Polresta Banyumas Perkuat Tracing TBC Terintegrasi CKG

  • 17 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Polresta Banyumas terus memperkuat dukungannya terhadap program nasional percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pelaksanaan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar serentak di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Kamis (17/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di berbagai kecamatan, di antaranya Sumpiuh, Kemranjen, Purwojati, Lumbir, Kembaran, Sumbang, Wangon, Purwokerto Utara, Karanglewas, hingga Rawalo. Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas bersinergi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader TB Paru, dan tenaga kesehatan untuk mendukung proses deteksi dini penyakit.

Berbagai kegiatan dilakukan di lapangan, mulai dari koordinasi lintas sektor, pemeriksaan kesehatan masyarakat, pembagian botol sampel dahak, investigasi kontak serumah, pemantauan kondisi pasien, hingga pemeriksaan lanjutan berupa uji laboratorium dahak dan foto rontgen dada bagi warga yang diduga suspek TBC.

Di Kecamatan Kemranjen, Bhabinkamtibmas mendampingi pelaksanaan tracing dengan sasaran 100 warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Sementara di Kecamatan Karanglewas, tim tracer TB Paru RSUD Ajibarang bersama petugas kesehatan melakukan skrining terhadap 100 warga melalui pemeriksaan kesehatan, tes dahak, dan foto toraks untuk mendeteksi kemungkinan penularan TBC.

Di wilayah lainnya, Bhabinkamtibmas juga aktif mendampingi tenaga kesehatan melakukan investigasi terhadap warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC sebagai langkah memutus rantai penyebaran penyakit.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penanggulangan Tuberkulosis sekaligus bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

"Polri berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan eliminasi Tuberkulosis melalui sinergi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan diharapkan dapat memperlancar proses tracing, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, serta mempercepat penanganan sehingga mata rantai penularan TBC dapat diputus," ujarnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita. Menurutnya, deteksi dini serta kepatuhan menjalani pengobatan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan Tracing TBC Terintegrasi CKG di Kabupaten Banyumas berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kolaborasi antara Polri, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis di Banyumas dapat berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....