Menteri Haji Minta Wisma Haji antara Sorong Dimanfaatkan Secara Maksimal
- 17 Jul 2026 12:52 WIB
- Sorong
Poin Utama
- Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf meninjau Wisma Haji Antara Sorong pada 17 Juli 2026 dan meminta pengelola mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun.
- Capaian penggunaan Wisma Haji sudah memenuhi target, namun harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
- Pemerintah belum mengambil keputusan tentang Kota Sorong sebagai embarkasi haji dan masih mengevaluasi jumlah jemaah, kesiapan bandara, dan infrastruktur pendukung lainnya.
RRI.CO.ID, Sorong – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, meminta pengelola Wisma Haji Antara Sorong terus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung penyelenggaraan ibadah haji di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI usai meninjau Wisma Haji Antara Sorong, Jumat 17 Juli 2026 Menurutnya, pembangunan fasilitas haji menggunakan dana masyarakat, dana umat, dan anggaran negara harus diimbangi dengan pengelolaan yang profesional sehingga tingkat pemanfaatannya terus meningkat.
"Saya melihat fasilitas Wisma Haji maupun Asrama Haji Antara sudah cukup bagus. Tantangan bagi pengelola sekarang adalah bagaimana memaksimalkan penggunaannya. Jangan sampai dibangun dengan susah payah, tetapi pemanfaatannya kurang maksimal," ujar Irfan Yusuf.
Ia mengaku telah meminta laporan kepada pengelola terkait target dan realisasi pemanfaatan fasilitas tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, capaian penggunaan Wisma Haji sudah memenuhi target, namun masih perlu terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
"Saya tadi menanyakan target dan realisasinya. Alhamdulillah sudah tercapai, tetapi tentu ke depan harus terus ditingkatkan," katanya.
Menteri Haji dan Umroh M Irfan Yusuf, menjelaskan optimalisasi pemanfaatan Wisma Haji tidak hanya penting untuk mendukung pelayanan calon jemaah haji, tetapi juga agar aset yang telah dibangun mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, terkait kemungkinan Kota Sorong menjadi embarkasi haji, Menteri Haji Dan Umroh, mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan. Menurutnya, sejumlah aspek masih harus dievaluasi, mulai dari jumlah jemaah haji hingga kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk Bandara Domine Eduard Osok Sorong.
"Sampai hari ini belum ada rencana menjadikan Sorong sebagai embarkasi haji. Kami masih harus mengevaluasi jumlah jemaah dan kesiapan bandara. Itu memerlukan koordinasi dengan banyak pihak," ujarnya.
Ia menilai ruang tunggu bandara masih perlu ditingkatkan, sementara kemampuan landasan pacu untuk melayani pesawat berbadan besar juga harus dikaji secara teknis sebelum diputuskan sebagai embarkasi haji.
"Kondisi ruang tunggunya masih kurang luas. Untuk kemampuan landasan pacu melayani pesawat besar tentu harus ada perhitungan teknis," katanya.
Pemerintah berharap pengelolaan Wisma Haji Antara Sorong terus ditingkatkan sehingga dapat menjadi pusat pelayanan haji yang optimal bagi masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya, sekaligus mendukung pengembangan layanan haji di kawasan timur Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....