Sanksi Hukum untuk Memberikan Efek Jera Penyelundupan Rokok Ilegal
- 17 Jul 2026 13:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Dalam menangani kasus peredaran rokok ilegal di pengadilan, Diperlukan vonis yang mampu memberikan efek jera agar para pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya. Demikian disampaikan Prof. Dr. Ruslan Renggong, Pengamat Hukum dari Universitas Bosowa Makassar saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 16 Juli 2026.
"Ya jadi kalau misalnya ada perkara seperti ini ke pengadilan yang mestinya jangan diberi hukuman yang ringan ya, tetapi Berikanlah hukuman yang bisa menjerakan mereka ya, seperti itu,” ungkap Pengamat Hukum dari Universitas Bosowa saat berbincang bersama RRI.
Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi pendapatan, tetapi juga mengancam kelangsungan industri rokok nasional yang legal. Prof Ruslan menegaskan bahwa serbuan rokok ilegal merusak tata kelola industri dan harus segera diatasi dengan tindakan tegas.
"Ya, jadi kalau dari sisi hukum, ya penegakan hukum itu jangan kendor lah memang begitulah penegakan hukum Karena kalau kapan Bea Cukai kendor dan sebagainya, ya kemudian tanpa dukungan dari aparat penegak hukum yang lain, itu saya kira akan sulit ya terwujud pemberantasan peredaran rokok ilegal ini kemudian ya tentu dukungan masyarakat ya," ungkap Pengamat Hukum dari Universitas Bosowa Makassar.
Lebih lanjut dikatakan bahwa menekankan pentingnya kolaborasi yang kokoh dalam pemberantasan rokok ilegal. Menurut Prof. Ruslan, penegakan hukum tidak akan efektif jika hanya mengandalkan Bea Cukai tanpa sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya serta dukungan aktif masyarakat.
Fenomena peredaran rokok ilegal kini mengalami pergeseran ke arah digital. Prof. Ruslan mengungkapkan temuan bahwa konsumen, termasuk mahasiswa, lebih memilih membeli rokok ilegal secara online karena harga yang lebih murah dan klaim rokok impor, yang menjadi tantangan baru bagi pengawasan.
"Dan memang ya pernah saya temukan ya ada mahasiswa dan saya tanya karena dia perokok dan Katanya dia lebih suka beli rokok sekarang itu online jadi dia bilang selain murah, ini rokoknya rokok impor Jadi ada pergeseran ya Kalau selama ini melalui jalur yang konvensional itu ya perdagangan dan sebagainya tapi ini sekarang mulai lagi bergeser juga ke online itu ya." Ungkap Prof. Ruslan kepada RRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....