Bawaslu Bali: Kampus Pilar Strategis Menanamkan Nilai Demokrasi

  • 17 Jul 2026 13:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas demokrasi Indonesia. Tidak hanya mencetak lulusan yang unggul di bidang akademik, kampus juga menjadi ruang pembentukan karakter, integritas, dan kesadaran bernegara bagi generasi muda.

Pandangan tersebut disampaikan Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, pasca menghadiri puncak perayaan Dies Natalis ke-8 Universitas Bali Dwipa, Jumat 17 Juli 2026. Menurut Wiratma, pendidikan demokrasi tidak boleh dipahami sebagai tanggung jawab fakultas tertentu atau hanya menjadi konsumsi mahasiswa yang mempelajari ilmu politik dan hukum.

Nilai-nilai demokrasi justru harus tumbuh dan menjadi bagian dari kultur akademik di seluruh disiplin ilmu. "Demokrasi membutuhkan warga negara yang berpikir kritis, menjunjung etika, menghargai perbedaan, dan berani menjaga kepentingan publik. Nilai-nilai itu harus ditanamkan kepada seluruh mahasiswa, apa pun bidang keilmuannya," ujar Wiratma.

Ia menegaskan, tantangan demokrasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga derasnya arus informasi, disinformasi, polarisasi, hingga menurunnya partisipasi publik. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun generasi yang mampu menyikapi setiap dinamika tersebut secara rasional dan bertanggung jawab.

Menurutnya, kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat kualitas demokrasi. Kampus merupakan ruang yang efektif untuk menumbuhkan budaya pengawasan partisipatif, meningkatkan literasi demokrasi, sekaligus melahirkan generasi muda yang tidak apatis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wiratma berharap momentum Dies Natalis Universitas Bali Dwipa menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik lulusannya, tetapi juga dari kontribusinya dalam membentuk warga negara yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan komitmen menjaga demokrasi. "Bawaslu percaya kampus bukan sekadar tempat mencetak tenaga profesional, tetapi juga tempat melahirkan pemimpin masa depan yang memahami nilai-nilai demokrasi serta siap menjaga integritas kehidupan berbangsa," tutup Wiratma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....