Hanya Punya 29 Siswa, SD 5 Hadipolo Dapat Perhatian DPRD Kudus
- 17 Jul 2026 13:08 WIB
- Semarang
Poin Utama
- SD 5 Hadipolo di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hanya memiliki 29 siswa dengan mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu di kawasan kampung sosial.
- Komisi D DPRD Kudus bersama Dinas Sosial P3AP2KB, Disdikpora Kudus, dan Pemerintah Desa Hadipolo melakukan kunjungan langsung untuk mencari solusi peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan sekolah.
- Komisi D mengusulkan peningkatan kualitas pendidikan, penambahan guru dari Desa Hadipolo, dan pembentukan forum diskusi dengan pemangku kepentingan untuk mengatasi stigma negatif terhadap sekolah.
RRI.CO.ID, Kudus – SD 5 Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, yang saat ini hanya memiliki 29 siswa, mendapat perhatian Komisi D DPRD Kudus. Kondisi tersebut mendorong DPRD bersama sejumlah instansi terkait turun langsung ke sekolah untuk mencari solusi agar jumlah peserta didik kembali meningkat, Kamis, 16 Juli 2026.
Kunjungan tersebut diikuti Dinas Sosial P3AP2KB, Disdikpora Kudus, serta Pemerintah Desa Hadipolo. Langkah itu dilakukan menyusul minimnya penerimaan siswa baru yang selama ini dipengaruhi stigma negatif terhadap sekolah.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SD 5 Hadipolo hanya menerima tiga siswa baru kelas 1. Seluruh peserta didik baru tersebut berasal dari kawasan kampung sosial, yang selama ini identik dengan sebagian besar siswa di sekolah tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardiyanto, mengatakan kehadiran pihaknya bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan SD 5 Hadipolo. Menurutnya, sekolah tersebut perlu mendapat perhatian agar kualitas pendidikan dan jumlah siswanya dapat meningkat.
"Sekolah ini mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 hanya berjumlah 29 anak dan semuanya berasal dari keluarga kurang mampu yang berasal dari kampung sosial. Agar sekolah ini menjadi lebih baik, maka saya menyarankan kepada Disdikpora untuk meningkatkan sekolah ini secara kualitas dan kuantitas," ujar Mardiyanto.
Selain peningkatan kualitas pendidikan, Komisi D juga mengusulkan agar SD 5 Hadipolo memiliki guru yang berasal dari Desa Hadipolo. Langkah itu diharapkan dapat mempermudah komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa dalam menjaring peserta didik baru.
Mardiyanto menambahkan, Kepala Desa Hadipolo yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyatakan siap mendukung berbagai upaya untuk mengembangkan SD 5 Hadipolo. Tujuannya agar sekolah tersebut kembali diminati masyarakat.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kudus, Endang Kursistiyani, menilai penanganan persoalan di SD 5 Hadipolo harus dilakukan secara hati-hati karena berkaitan dengan persoalan sosial yang telah berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pendalaman dan membentuk forum diskusi bersama para pemangku kepentingan.
"Kasus yang terjadi di kampung sosial kan memang sudah cukup lama. Selain itu, untuk membentuk mental baru kan memang tidak mudah,” ucapnya.
Menurutnya, membina mental masyarakat melalui bina mental beragama serta memberikan pemahaman bagaimana menjadikan keluarga yang sejahtera, mungkin dapat mengubah mindset mereka. “Tapi itu menunggu kajian terlebih dahulu, nanti akan kami kabari tindak lanjut dari kejadian ini," ujar Endang.(RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....