Tekan Stunting, Kelurahan Keparakan Gencarkan Gerakan Sekar Kemuning

  • 17 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Berbagai pihak di Kelurahan Keparakan mulai dari pemerintah, kader kesehatan, TP PKK, puskesmas, hingga kader Posyandu bersinergi untuk menekan angka stunting. Ini diwujudkan melalui gerakan semangat dan kepedulian warga Keparakan menurunkan stunting (Sekar Kemuning). Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah pemberian makanan tambahan (PMT).

Selain itu, ada pula edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita. Melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, pemantauan pertumbuhan balita, serta penguatan peran orang tua, gerakan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Lurah Keparakan Yusuf Ahbari menyebut pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, Gerakan Sekar Kemuning hadir sebagai wadah untuk menggerakkan partisipasi masyarakat agar lebih aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Keberhasilan menurunkan angka stunting tidak cukup hanya dengan bantuan makanan tambahan. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran keluarga mengenai pola asuh yang baik, pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta menjaga lingkungan yang bersih dan sehat," kata Yusuf.

Yusuf menambahkan, pihaknya berupaya untuk memberikan edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan ibu hamil dan balita, kunjungan kepada keluarga sasaran, pemberian PMT, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Pendekatan ini sejalan dengan strategi nasional percepatan penurunan stunting yang menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memberikan intervensi yang tepat sasaran.

“Melalui semangat kebersamaan, Kelurahan Keparakan optimistis mampu mewujudkan target zero stunting. Gerakan Sekar Kemuning diharapkan terus berkembang menjadi inovasi yang menginspirasi sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam membangun generasi Keparakan yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yusuf.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....