Mahasiswa UMP Gencarkan Edukasi Cegah Hipertensi di Desa Kebocoran
- 16 Jul 2026 22:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (HMPSIK) S1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjalankan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
Program yang dibuka pada 10 Juni 2026 itu difokuskan pada upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi dan pendampingan masyarakat.
Pembukaan kegiatan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dosen pembimbing, serta tim PPK Ormawa HMPSIK S1 UMP. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menerapkan ilmu keperawatan secara langsung di tengah masyarakat.
| Baca juga: UMP Borong Penghargaan pada AICIRE 2026 |
Ketua Pelaksana PPK Ormawa HMPSIK S1, Katrin Nur Khofiyan, mengatakan kegiatan yang dijalankan tidak sebatas seremoni, tetapi merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Program ini berfokus pada edukasi dan pendampingan masyarakat terkait pencegahan serta pengendalian hipertensi," ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah secara berkala, edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ajakan berolahraga secara rutin, serta pendampingan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga).
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
Selain itu, mahasiswa juga mendemonstrasikan pembuatan teh bunga rosella dan black garlic sebagai alternatif olahan sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat.
Kepala Desa Kebocoran, Eri Pujiono, mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang dinilai dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas kesehatan warga.
"Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi energi baru bagi desa, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Kebocoran," katanya.
Sementara itu, dosen pembimbing PPK Ormawa HMPSIK S1 UMP, Ns. Latif Hisbullah, S.Kep., M.Kep., mengatakan program tersebut tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah hipertensi sejak dini.
Menurutnya, hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat memicu komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung.
"Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa tim PPK Ormawa HMPSIK S1, masyarakat diharapkan mampu mengenali faktor risiko sejak dini serta menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan," ujarnya.
Latif menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa ilmu keperawatan tidak hanya diterapkan di ruang kuliah maupun rumah sakit, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui program pemberdayaan kesehatan di tingkat desa.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, PPK Ormawa HMPSIK S1 diharapkan mampu membantu menekan angka hipertensi di Desa Kebocoran sekaligus menjadi contoh pengembangan program kesehatan berbasis masyarakat di wilayah lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....