Merajut Persatuan Perantau untuk Pembangunan Pesisir Selatan

  • 16 Jul 2026 18:02 WIB
  •  Bukittinggi

Oleh: Mansurdin, S.Pd., M.Pd. Rajo Bungsu, (Ketua DPW PKPS Lampung)

RRI.CO.ID,Lampung - Pasca pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I DPP PKPS, ada secercah harapan yang ingin saya sampaikan sebagai anak nagari dan perantau Pesisir Selatan.

Perjalanan kami menuju arena Rakernas I menjadi pelajaran berharga. Perjalanan yang seharusnya ditempuh satu hari satu malam, harus kami lalui selama tiga hari tiga malam. Kendaraan rusak berulang kali, tenaga terkuras, dan kesabaran diuji.

Namun di balik itu, kami menemukan makna kebersamaan. Di atas kelelahan, persaudaraan menguat. Ketika yang diperjuangkan adalah organisasi dan kampung halaman, semua rintangan terasa ringan.

Perjalanan itu meyakinkan kami, bahwa kekuatan terbesar orang Pesisir Selatan bukanlah materi, melainkan persatuan, kekompakan, dan semangat gotong royong yang diwariskan para pendahulu.

Jangan Terkoyak Karena Nama

Dari pengalaman itu lahir harapan besar: agar seluruh perantau Pesisir Selatan di mana pun berada semakin mempererat silaturahmi dan meninggalkan ego yang memecah belah.

Kita berasal dari ranah yang sama. Dibesarkan oleh adat yang sama. Memiliki sejarah, budaya, bahasa, dan kampung halaman yang sama.

Hari ini kita mengenal PKPS sebagai Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan, dan IKPS sebagai Ikatan Keluarga Pesisir Selatan. Namanya boleh berbeda, wadahnya boleh berbeda, tetapi tujuannya tetap satu: mempererat persaudaraan, membantu masyarakat, melestarikan adat budaya, dan berkontribusi bagi kemajuan Pesisir Selatan.

Tidak perlu lagi mempertentangkan nama, tidak perlu memperbesar perbedaan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersinergi dan berkolaborasi memberikan manfaat sebesar-besarnya.

Kampung halaman tidak membutuhkan persaingan antar-perantau. Kampung halaman membutuhkan persatuan, kepedulian, dan karya nyata.

Saya bermimpi, seluruh organisasi perantau, baik PKPS, IKPS maupun wadah lainnya, dapat duduk bersama, bergandengan tangan, menyatukan gagasan dan langkah strategis untuk membangun daerah.

Yang akan dikenang generasi mendatang bukanlah nama organisasi yang kita besarkan, melainkan warisan pengabdian yang kita tinggalkan.

Dari Dokumen Menjadi Karya Nyata

Harapan kedua saya tertuju pada hasil Rakernas I DPP PKPS itu sendiri. Rakernas telah menghasilkan keputusan, rekomendasi, dan program strategis yang dirumuskan melalui musyawarah bersama.

Hasil itu jangan berhenti sebagai dokumen atau arsip persidangan. Seluruh keputusan harus diwujudkan menjadi program nyata, terukur, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh warga Pesisir Selatan, baik di ranah maupun di rantau.

Setiap bidang dan pemangku kepentingan harus menjalankan amanah sesuai tugasnya.

Sinergi Ranah dan Rantau

Kemajuan daerah tidak mungkin dibebankan hanya kepada pemerintah. Sebaliknya, pembangunan kampung halaman juga tidak mungkin hanya mengandalkan semangat perantau.

Para perantau memiliki pengalaman, jaringan, pengetahuan, dan sumber daya. Sementara pemerintah daerah memiliki kewenangan, kebijakan, dan instrumen pembangunan.

Jika kekuatan ranah dan rantau dipersatukan dalam satu visi, akan lahir terobosan yang mempercepat kemajuan Pesisir Selatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan generasi muda.

Karena itu, mari bangun komunikasi yang lebih baik, perkuat koordinasi, dan kedepankan kolaborasi. Hilangkan ego sektoral. Tinggalkan kepentingan pribadi dan kelompok. Kedepankan kepentingan masyarakat.

Semangat Rakernas harus menjadi energi baru. Tidak boleh berhenti di ruang sidang, laporan kegiatan, atau dokumentasi acara. Semangat itu harus hidup dalam tindakan dan karya nyata.

Sebagaimana filosofi Minangkabau mengajarkan tentang musyawarah dan kebersamaan, mari jadikan semangat "Saiyo Sakato, Basamo Mako Manjadi" sebagai fondasi membangun masa depan Pesisir Selatan.

Pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang paling banyak berkarya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....