MAN 1 Pontianak Tutup Matsamuda, Petakan Potensi Murid Baru
- 16 Jul 2026 19:04 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- MAN 1 Pontianak resmi menutup program Matsamuda pada 16 Juli 2026 setelah berlangsung selama empat hari (13-16 Juli) untuk memperkenalkan murid baru dengan lingkungan, budaya, dan sistem pembelajaran madrasah.
- Matsamuda merupakan pengubahan istilah dari Matsama yang mengikuti kebijakan terbaru Kementerian Agama dengan substansi kegiatan tetap sebagai masa pengenalan bagi peserta didik baru.
- Program ini mencakup berbagai materi meliputi pengenalan visi-misi madrasah, ekoteologi, moderasi beragama, pencegahan LGBT, dan 25 kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan minat dan bakat murid.
- Kepala MAN 1 Pontianak menggunakan Matsamuda untuk memetakan potensi murid sejak dini agar pembinaan prestasi dapat dilakukan dengan optimal dan terukur.
RRI.CO.ID, Pontianak - MAN 1 Pontianak resmi menutup Matsamuda setelah membekali murid baru mengenal lingkungan, karakter, serta potensi diri selama sepekan.
Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matsamuda) MAN 1 Pontianak resmi ditutup setelah berlangsung selama 13–16 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi agenda wajib sesuai regulasi Kementerian Agama ini menjadi gerbang awal bagi murid baru untuk mengenal lingkungan, budaya, serta sistem pembelajaran di madrasah.
Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ, mengatakan Matsamuda merupakan perubahan istilah dari Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama) sebagai tindak lanjut penggunaan istilah "murid" dalam regulasi terbaru Kementerian Agama.
"Perubahan nama ini bukan hanya pergantian istilah, tetapi juga mengikuti kebijakan terbaru Kementerian Agama yang menggunakan istilah murid. Namun, substansi kegiatan tetap sebagai masa pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta didik baru," ujarnya saat Penutup Matsamuda di halaman MAN 1 Pontianak, Kamis, 16 Juli 2026.
Selama sepekan, murid baru menerima berbagai materi yang mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Agama, mulai dari pengenalan visi dan misi madrasah, ekoteologi, moderasi beragama, sosialisasi pencegahan LGBT, hingga pengenalan 25 kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan minat dan bakat.

Menurut Sholihin, Matsamuda juga dimanfaatkan untuk memetakan potensi setiap murid agar pembinaan prestasi dapat dilakukan sejak dini.
"Melalui Matsamuda, kami mulai mengidentifikasi bakat dan minat murid, baik di bidang MTQ, syarhil Qur'an, olahraga, puisi, konten kreator, maupun potensi lainnya. Pemetaan ini sangat membantu madrasah dalam menyiapkan peserta ketika ada perlombaan atau kompetisi," katanya.
Pada penutupan kegiatan, Sholihin mengajak seluruh murid baru meninggalkan identitas sekolah asal dan mulai membangun kebanggaan sebagai keluarga besar MAN 1 Pontianak.
"Ke depan yang ada hanya MAN 1 Pontianak. Madrasah lain tidak akan membanggakan kita, hanya kita yang bisa membanggakan madrasah kita. Pilihannya hanya satu, berikan prestasi terbaik untuk MAN 1 Pontianak," ucapnya disambut yel-yel "MAN 1 TOP!" dari seluruh murid.
Ia juga memotivasi murid baru untuk melanjutkan prestasi yang telah diraih di jenjang sebelumnya, baik di bidang MTQ, olahraga, seni, maupun sains. Solihin mencontohkan sejumlah siswa MAN 1 Pontianak yang saat ini mewakili Kalimantan Barat pada ajang Duta Remaja di Jakarta dan kompetisi Roket Air tingkat nasional di Malang.
"Pada masa yang akan datang, itulah masa kalian untuk menyumbangkan prestasi bagi MAN 1 Pontianak. Bagi kalian mungkin biasa, tetapi bagi kami itu luar biasa," kata Sholihin.
Baca juga: MAN 2 Pontianak Buka PMBM 2026, Siapkan Kuota 288 Siswa Baru
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....