Balai Besar Veteriner Maros Imbau Peternak Waspadai Babi Murah
- 16 Jul 2026 15:17 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Balai Besar Veteriner (BBV) Maros memperingatkan peternak di Sulawesi Barat agar mewaspadai praktik jual beli babi murah dari daerah terpapar African Swine Fever (ASF), Kamis, 16 Juli 2026.
Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Drh. H. Agustia, menjelaskan, babi yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran patut dicurigai sebagai ternak sakit yang sengaja dilepas sebelum mati sehingga berpotensi membawa ASF ke kandang lain yang masih bebas.
| Baca juga: Demam Babi Afrika Tidak Menular ke Manusia |
“Jangan sekali-sekali tergiur apabila ada orang menawarkan ternak babi dengan harga murah, karena yang jual murah tadi patut dicurigai itu adalah ternak sakit,” tegas Agustia saat diwawancarai melalui telepon oleh reporter RRI Mamuju, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia mengingatkan, perpindahan babi sakit dari daerah terjangkit ke wilayah lain dapat menjadi jalur utama penyebaran ASF ke populasi babi yang sebelumnya sehat, termasuk di kabupaten sekitar seperti Majene dan Mamasa yang memiliki peternakan babi aktif.
“Sepertinya itu adalah untuk menyelamatkan babi yang sakit daripada mati, dia jual murah, dan itu berbahaya karena ada kemungkinan ternak tersebut membawa virus,” lanjut Agustia, menekankan pentingnya kewaspadaan dalam transaksi ternak.
Balai Besar Veteriner Maros mengimbau peternak untuk membeli ternak hanya dari sumber yang jelas dan bebas gejala, sekaligus memperkuat biosekuriti kandang agar ASF tidak menyebar melalui mobilitas ternak maupun perantara lain di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....