Harga Komoditas Pangan di Gunungkidul Merangkak Naik

  • 16 Jul 2026 13:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul – Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Argosari, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, mengalami kenaikan pada pemantauan harga periode 11–15 Juli 2026. Komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya telur ayam broiler, daging ayam broiler, cabai rawit hijau, serta gula pasir lokal.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Gunungkidul, harga telur ayam broiler naik dari Rp23.500 per kilogram pada Senin, 13 Juli menjadi Rp24.500 per kilogram pada Rabu 15 Juli. Sementara itu, daging ayam broiler yang sempat berada di angka Rp30.000 per kilogram pada Sabtu, 11 Juli meningkat menjadi Rp35.000 per kilogram dan bertahan hingga Rabu.

Selain itu, harga cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Gula pasir lokal naik dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Di sisi lain, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan, seperti cabai merah keriting yang turun dari Rp30.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, serta bawang merah dari Rp38.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Ris Heriyani, mengatakan kenaikan harga telur dan daging ayam dipengaruhi meningkatnya permintaan pasar seiring kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Permintaan terhadap telur dan daging ayam mengalami peningkatan karena kembali beroperasinya Program Makan Bergizi Gratis. Komoditas tersebut menjadi salah satu bahan pangan utama yang banyak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan program, sehingga berdampak pada kenaikan harga di tingkat pasar,” ujar Ris Heriyani, Rabu, 16 Juli 2026.

Meski demikian, menurutnya kenaikan harga masih berada dalam batas yang wajar dan stok kebutuhan pokok di pasar tradisional Gunungkidul dipastikan tetap mencukupi.

“Kami akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala untuk memastikan stabilitas pasokan dan mengantisipasi potensi lonjakan harga yang lebih tinggi, terutama terhadap komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....