Bapas Kelas I Palu Gandeng Pokmas Abyta Tingkatkan Kemandirian Klien
- 17 Jul 2026 20:47 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu menjalin kerja sama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas) Lipas Abyta untuk meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Aula Bapas Kelas I Palu.
Kerja sama ini difokuskan pada program pembimbingan kemandirian melalui pelatihan pembuatan bawang goreng dan sambal roa. Kedua produk kuliner tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang cukup menjanjikan di Sulawesi Tengah.
Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, mengatakan sinergi antara Bapas dan Pokmas Lipas menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembimbingan bagi klien pemasyarakatan. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu membekali klien dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.
"Harus ada sinkronisasi antara program kerja Bapas dan peran Pokmas Lipas dalam memberikan bimbingan kemandirian bagi klien Bapas Palu. Tujuannya agar klien kami jauh lebih siap dan percaya diri saat berintegrasi kembali ke tengah masyarakat," ujar M. Nur Amin.
Ia menambahkan, pembentukan Pokmas Peduli Pemasyarakatan merupakan upaya melibatkan masyarakat dalam mendukung proses pembinaan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan para klien dapat menjadi pribadi yang mandiri, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta tidak kembali melakukan tindak pidana.
Owner UMKM Abyta, Nani Malewa, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pelatihan mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan produk. Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi klien Bapas untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan masa pembimbingan.
Program kolaboratif ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman. Menurutnya, pelatihan berbasis potensi lokal seperti pembuatan bawang goreng dan sambal roa menjadi langkah nyata dalam mendukung reintegrasi sosial sekaligus mencetak wirausaha baru dari kalangan klien pemasyarakatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....