Cegah Serbuan Hoaks di Usia Dini, PWI Kota Pekalongan Bentengi Siswa Baru
- 16 Jul 2026 12:17 WIB
- Semarang
Poin Utama
- MPLS Ramah Anak tahun 2026 Kota Pekalongan
- PWI Pekalongan Masuk Sekolah Bentengi Siswa Baru
- Program PWI Goes to School 2026
RRI.CO.ID, Pekalongan – Derasnya arus informasi digital tak lagi mengenal usia. Siswa SMP yang baru memasuki dunia sekolah kini sudah dihadapkan pada ancaman hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan media sosial. Menyadari situasi ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan turun langsung ke sekolah untuk membekali siswa baru melalui program PWI Goes to School.
Program tersebut digelar selama dua hari, 14–15 Juli 2026 dengan menyasar lima sekolah tingkat SMP di Kota Pekalongan, yakni SMPN 1, SMPN 17, SMPN 7, SMPN 14, dan SMPN 15. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Di tengah rutinitas MPLS yang biasanya berisi pengenalan sekolah, PWI menyisipkan materi literasi digital yang lebih kontekstual. Siswa baru diajak memahami cara memilah informasi, mengenali berita bohong, hingga menggunakan media sosial secara bijak.
Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi menegaskan, langkah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk intervensi dini terhadap maraknya penyebaran hoaks di kalangan pelajar. “Anak-anak sekarang hidup di era banjir informasi, tanpa bekal literasi digital, mereka sangat rentan terpapar hoaks ini yang ingin kami antisipasi sejak awal,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Kuswandi, pelajar bukan hanya konsumen informasi, melainkan juga berpotensi menjadi produsen konten. Oleh karena itu, kemampuan menulis dan bermedia sosial harus dibarengi dengan tanggung jawab.
Ia menambahkan, program ini merupakan agenda perdana yang secara khusus menyasar pelajar SMP dan SMA. Ke depan, PWI berencana memperluas jangkauan hingga perguruan tinggi melalui program Goes to Campus.
Siswi SMP Negeri 14 Pekalongan, Nala antusias mengikuti kegiatan MPLS bersama organisasi profesi PWI Kota Pekalongan. Materi yang disampaikan Anggota PWI Kota Pekalongan, Adam Hari Nugroho tentang “Cerdas Menulis, Cerdas Bermedia Sosial, dan Mencegah Hoaks” diharapkan bisa menambah pemahamannya tentang menulis.
“Sangat tertarik dan senang dengan adanya materi dari kakak-kakak PWI Kota Pekalongan. Terlebih untuk saya yang punya hobi menulis, cerita pendeng atau dongeng,” ucapnya.
Menurutnya, siswa tidak hanya mendengarkan materi. Akan tetapi, juga diajak berdiskusi dan memahami contoh konkret penyebaran hoaks yang kerap muncul di media sosial sehari-hari.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 14 Pekalongan, Runtut Wijiasih menilai, selama MPLS, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk PWI Kota Pekalongan. Kehadiran PWI menjadi pelengkap penting dalam rangkaian MPLS yang berlangsung selama lima hari.
Menurutnya, materi literasi digital sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Terutama, di tengah penggunaan gawai yang semakin intens di kalangan remaja.
“Selain PWI Kota Pekalongan, kita juga bersinergi dengan Damkar , BPBD dan dinas Kesehatan yang memberikan pemahaman dan pengalaman baru bagi peserta didik khususnya kelas 7. Ini bukan hanya pengetahuan tambahan, tapi bekal penting agar mereka tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesatnya kasus penyebaran hoaks terjadi di berbagai platform digital. Langkah PWI Kota Pekalongan ini menjadi sinyal bahwa literasi media bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bahkan sejak bangku sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....