KKN Berdampak UMP Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat Banyumas
- 16 Jul 2026 09:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus mengembangkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak sebagai bentuk pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi juga menghasilkan program nyata yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
Ketua KKN Berdampak Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 UMP, Purnadi, S.E., M.Si., mengatakan program KKN Berdampak telah diterapkan selama satu tahun terakhir. Dari kegiatan tersebut tentunya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di berbagai desa, termasuk di Kabupaten Banyumas.
"Program KKN yang kami laksanakan bukan hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga pelatihan hingga pembuatan teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.
Purnadi menyatakan bahwa pada pelaksanaan sebelumnya, mahasiswa ditempatkan di sejumlah wilayah di Banyumas, seperti Kecamatan Ajibarang dan Gumelar. Salah satu program unggulan yang telah dikembangkan adalah pembuatan prototipe alat pengolahan atau pembakaran sampah yang mampu meminimalkan polusi udara.
Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi pencemaran akibat pembakaran sampah terbuka. Selain di Banyumas, UMP juga tengah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk pelaksanaan KKN tematik yang berfokus pada pengelolaan sampah.
Program tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah serta program prioritas nasional. Menurut Purnadi, penentuan lokasi KKN dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
| Baca juga: UMP Perkuat Ekosistem Riset Bersama BRIN |
Setelah penandatanganan kerja sama, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP menerima rekomendasi wilayah dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"Wilayah KKN ditentukan berdasarkan usulan pemerintah daerah, terutama daerah yang masih membutuhkan pendampingan melalui program-program KKN Berdampak," katanya.
Ia juga mengakui, mahasiswa kerap menghadapi berbagai tantangan saat menjalankan KKN, terutama kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau. Sebagian besar lokasi penempatan berada di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.
Meski begitu, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung di lapangan. Purnadi berharap seluruh program yang telah dijalankan mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga melatih masyarakat, perangkat desa, dan Karang Taruna agar mampu melanjutkan program secara mandiri.
"Kami berharap semua program yang sudah dibuat dapat berkelanjutan. Mahasiswa melatih masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan program tersebut meski masa KKN telah selesai," katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan, UMP juga menerapkan pendampingan di lokasi yang sama selama dua hingga tiga tahun sehingga hasil pengabdian dapat terus berkembang. Selain melaksanakan KKN di berbagai daerah di Indonesia, UMP juga mengembangkan program KKN internasional, salah satunya bagi pekerja migran Indonesia di Hong Kong sebagai bentuk perluasan pengabdian kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....