Lawan Hoaks di Era AI, Diskomdigi Jateng Andalkan Kekuatan Komunitas
- 16 Jul 2026 08:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Maraknya hoaks dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dari informasi asli akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat literasi informasi berbasis komunitas. Langkah itu dilakukan dengan mengoptimalkan peran Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai garda terdepan di tengah masyarakat.
Penguatan peran tersebut mengemuka dalam Workshop FK Metra dan KIM bertema Strategi Optimalisasi Peran KIM dan FK Metra: Kiat Kreatif, Mandiri, dan Berdampak bagi Masyarakat yang digelar di Gedung Merah Putih Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan itu menjadi upaya memperkuat kapasitas komunitas dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
Kepala Diskomdigi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, mengatakan tantangan penyebaran informasi saat ini tidak hanya terkait berita bohong, tetapi juga persepsi yang terbentuk dari informasi keliru yang terus diulang. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin sulit membedakan fakta dan manipulasi informasi.
Menurutnya, FK Metra dan KIM memiliki keunggulan yang tidak dimiliki teknologi, yakni kedekatan emosional dan hubungan langsung dengan masyarakat. Modal sosial tersebut menjadi kekuatan penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap informasi yang benar.
"Maka, peran KIM dan FK Metra hari-hari ini juga semakin menantang, mengambil dari sisi-sisi humanis yang tidak bisa diambil oleh AI, karena basisnya komunitas, basis media tradisional dan seni pertunjukan," katanya.
Lilik menilai peningkatan kapasitas para pegiat KIM dan FK Metra perlu terus dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan sesuai dengan karakter masyarakat. Dengan pendekatan yang dekat dan mudah dipahami, informasi yang disampaikan diharapkan lebih cepat diterima publik.
Selain menjadi benteng melawan hoaks, KIM dan FK Metra juga berperan penting dalam menyebarluaskan berbagai program pembangunan pemerintah. Kedua lembaga tersebut dinilai mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
"Karena KIM ini bersatu dengan masyarakat, FK media tradisional juga berbasis pertunjukan, bersatu dengan masyarakat, harapannya pesan-pesan itu juga lebih dipercaya atau mudah sampai kepada komunikan," ujarnya.
Ia menambahkan, KIM dan FK Metra menjadi instrumen strategis untuk menyampaikan berbagai program Pemprov Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten dan kota. Peran tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang belum tentu seluruhnya akurat.
"Termasuk juga program-program Pemprov Jawa Tengah maupun kabupaten/kota. Jadi KIM dan FK Metra menjadi salah satu instrumen bagaimana pemerintah menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat," kata Lilik.
Ketua FK Metra Jawa Tengah, Daniel Agung Wahyudi, mengatakan media tradisional masih efektif sebagai sarana diseminasi informasi karena telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Apalagi Jawa Tengah memiliki kekayaan seni dan budaya yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan publik secara lebih mudah diterima.
Sementara itu, Pengampu KIM Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Sopiyatun, menjelaskan KIM memiliki peran strategis dalam edukasi literasi digital, penyebaran informasi pembangunan, hingga promosi potensi desa. Menurutnya, keberadaan KIM harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi mitra pemerintah dalam memperkenalkan potensi daerah.
"KIM harus berdampak. Peran KIM dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam mendiseminasikan informasi seputar pembangunan, program, maupun promosi potensi daerah," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....