RSUD RAT Berbenah: Rp19,9 Miliar Demi Kenyamanan Pasien

  • 16 Jul 2026 09:42 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi memulai proyek rehabilitasi Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT). Pekerjaan fisik ini dijadwalkan berlangsung selama hampir enam bulan, terhitung sejak 3 Juli hingga 29 Desember 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, menyatakan proyek perbaikan gedung fasilitas kesehatan milik daerah ini menguras alokasi anggaran sebesar Rp19,98 miliar. Seluruh kebutuhan dana pekerjaan fisik tersebut bersumber dari skema pinjaman daerah Provinsi Kepri.

“Anggaran rehab ini mencapai Rp.19,98 miliar bersumber dari pinjaman daerah,” kata Rodi Yantari kepada RRI, Kamis, 16 Juli 2026.

Dinas PUPP Kepri memfokuskan pengerjaan pada lima item utama perbaikan interior gedung rumah sakit. Pelaksanaan perbaikan mencakup pembenahan plafon, toilet dari lantai 1 hingga 9, serta penataan lantai ramp dan teras lobi.

“Ada 5 pekerjaan utama yang kita kerjakan baik interior, pembenahan plafon, AC maupun toilet,” ujarnya.

Rodi menekankan area lantai satu menjadi titik pengerjaan terbesar dengan porsi penyerapan anggaran mencapai hampir 50 persen. Alokasi dana pada lantai dasar tersebut utamanya digunakan untuk pemasangan unit dan instalasi sistem AC sentral baru.

Sistem pendingin udara Variable Refrigerant Flow (VRF) di lantai 5 hingga 8 juga mendapat peremajaan secara menyeluruh. Selain itu, pengerjaan fasilitas teknis ini mencakup dukungan instalasi pada area layanan vital rumah sakit.

“Lantai satu menjadi titik pengerjaan terbesar,penyerapan anggaran mencapai hampir 50 persen,” tuturnya.

Dinas Pekerjaan Umum bersama manajemen RSUD RAT menyusun jadwal pengerjaan khusus agar tidak mengganggu pelayanan medis pasien. Proses konstruksi akan digeser ke sore hingga malam hari setelah aktivitas pelayanan publik di rumah sakit berkurang.

Direktur RSUD RAT, Bambang Utoyo, menjelaskan perbaikan area pelayanan intensif diprioritaskan pada lantai 1 dan ruang operasi di lantai 3. Peremajaan infrastruktur pada fasilitas radiologi dan ruang bedah dilakukan guna menjamin keamanan serta kenyamanan pasien.

“Tahun ini difokuskan di lantai 1 dan ruang operasi di lantai 3 guna menjamin kenyamanan pasien,” kata Bambang Utoyo.

Manajemen RSUD RAT juga memberlakukan skema sistem buka-tutup ruangan pada area rawat inap di lantai 5 sampai 8. Menurut Bambang, Pola penutupan area secara bergilir per lantai ini diterapkan agar proses perawatan pasien tetap berjalan aman.

“Kami akan melakukan mekanisme buka tutup ruangan agar proses perawatan pasien tetap berjalan aman,” katanya.

Pengembangan tahap berikutnya difokuskan pada penataan ruang perawatan di lantai 2, 3, dan 4 secara bertahap. Integrasi area pelayanan rawat inap baru tersebut disesuaikan dengan rencana pengerjaan fasilitas poliklinik rumah sakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....