PUPP Kepri Segera Lelang Fisik Monumen Bahasa dan Poliklinik RSUD RAT
- 04 Mei 2026 15:31 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) bersiap memulai proses lelang fisik pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. Selain itu, juga akan lelang fisik Poliklinik RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) pada pertengahan Mei 2026.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, kepada RRI mengatakan saat ini pemenang Manajemen Konstruksi (MK) telah ditetapkan dan sedang merampungkan peninjauan dokumen perencanaan. Tahapan lelang fisik diprediksi akan dimulai pada minggu kedua bulan Mei setelah seluruh dokumen persiapan dinyatakan tuntas.
"Tugas MK saat ini adalah menghitung kembali dan menyusun dokumen lelang. Kami targetkan dalam dua minggu ke depan proses lelang fisik sudah bisa berjalan," kata Rodi Yantari di Tanjungpinang, Senin 4 Mei 2026.
Rodi menjelaskan bahwa proses lelang hingga penunjukan pemenang fisik membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Dengan demikian, pelaksanaan konstruksi di lapangan diharapkan dapat dimulai paling lambat pada awal hingga pertengahan Juli mendatang.
"Pelaksanaan kontruksi paling lambat itu diawal hingga pertengahan bulan Juli, " ujarnya.

Keterangan: Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat di konfirmasi RRI ketika berada di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang pada Senin 4 Mei 2026 siang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyatakan bahwa progres pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat dan Poliklinik RSUD RAT akan segera dipaparkan dalam waktu dekat. Ansar Ahmad, mengatakan pentingnya tahap ekspose sebelum pengerjaan fisik dimulai untuk meminimalisir kendala di lapangan.
Menurutnya, pembahasan bersama di awal sangat diperlukan agar standar kualitas proyek strategis tersebut terjaga dan sesuai dengan harapan masyarakat. “Setiap kegiatan fisik saya minta ekspose dulu dihadapan kita, jangan sampai nanti udah jadi ada hal-hal yang kurang,” kata Ansar Ahmad.
Rodi menegaskan, untuk menjamin kualitas bangunan yang spesifik, Dinas PUPP menerapkan sistem lelang terbuka dengan metode prakualifikasi. Hal ini bertujuan untuk menjaring penyedia jasa yang benar-benar berkompeten, memiliki pengalaman mumpuni, serta dukungan finansial yang sehat.
"Penyedia yang benar-benar berkompeten memiliki pengalaman serta finansial yang memadai, " ucapnya.
Nilai kontrak Manajemen Konstruksi sendiri mencapai Rp3 miliar untuk proyek Monumen dan Museum Bahasa dan Rp2,5 miliar untuk Poliklinik RSUD RAT. Sejauh ini, Rodi memastikan belum ada kendala teknis yang menghambat jalannya tahapan awal kedua proyek strategis tersebut.
"Hingga hari ini semua berjalan lancar belum ada hambatan. Kami berharap proses lelang fisik nanti berjalan baik selesai tepat waktu dan tepat mutu," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....