Lewat MPLS, Bawaslu Kendal Siapkan Pengawas Pemilu dari Kalangan Pelajar
- 15 Jul 2026 21:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kendal memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menyiapkan pengawas pemilu partisipatif dari kalangan pelajar. Edukasi tersebut diberikan kepada siswa baru SMA Negeri 2 Kendal sebagai bekal menjadi pemilih pemula yang berintegritas.
Sosialisasi berlangsung di SMA Negeri 2 Kendal, Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Kendal dan SMA Negeri 2 Kendal.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu mengenalkan peran lembaga pengawas pemilu sekaligus menanamkan pemahaman tentang pentingnya demokrasi yang jujur dan berintegritas. Para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berperan aktif mengawasi jalannya pemilu.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kendal, M. Habibi, mengatakan generasi muda perlu dibekali pemahaman mengenai pengawasan pemilu sejak dini. Menurutnya, mereka akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
"Tujuan utama kehadiran kami di SMA Negeri 2 Kendal adalah mengenalkan secara mendalam peran Bawaslu kepada siswa-siswi baru. Sekaligus, merangkul mereka untuk menjadi pengawas partisipatif," ujar Habibi.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan juga mencakup pendidikan politik dasar bagi pelajar. "Materi ini krusial agar mereka mampu menyalurkan hak suaranya dengan baik, benar, dan mandiri, demi melahirkan kepemimpinan bangsa yang berkualitas," katanya.
Pihak SMA Negeri 2 Kendal menyambut baik program tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan peserta didik. Nilai-nilai demokrasi yang diperkenalkan Bawaslu akan diterapkan dalam berbagai kegiatan organisasi siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Kendal, Henny Atriani, mengatakan materi dari Bawaslu menjadi bekal penting bagi siswa sebagai calon pemilih. Pengetahuan tersebut juga akan diterapkan dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS.
"Ilmu ini sangat aplikatif, karena pada bulan Oktober nanti sekolah akan menyelenggarakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Kami berkomitmen mensimulasikan proses pemilihan OSIS tersebut persis seperti pelaksanaan pemilu sesungguhnya sebagai laboratorium demokrasi mereka," tuturnya.
Henny berharap kolaborasi dengan Bawaslu tidak berhenti pada kegiatan MPLS. Menurutnya, edukasi serupa juga dapat diberikan dalam kegiatan kepramukaan maupun Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....