Pesona Beskap di Jalur Beton, Cerita Unik Kemanunggalan TNI-Rakyat Sukoharjo
- 15 Jul 2026 19:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SUKOHARJO – Ada pemandangan yang tak biasa di hamparan proyek betonisasi jalan Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Rabu 15 Juli 2026. Di bawah terik matahari, deretan pria berbusana adat Jawa lengkap—mengenakan beskap, kain jarik, hingga blangkon—tampak sibuk memegang sekop dan mendorong angkong besi (artco) berisi adonan semen cair yang pekat.
Hari itu menjadi tonggak sejarah dimulainya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0726/Sukoharjo. Momentum ini menjadi begitu istimewa lantaran pelaksanaannya bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sukoharjo. Tak pelak, nuansa sakral adat dan kultural melebur menjadi satu dengan semangat gotong royong khas prajurit TNI dan warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, bersama jajaran Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), langsung meluncur ke lokasi pembangunan fisik begitu upacara hari jadi kabupaten usai. Tanpa sempat berganti pakaian dinas, dengan beskap yang masih melekat rapi, mereka langsung turun ke jalanan tanah yang tengah mulai dilapisi semen. Pemandangan kontras namun sarat makna ini memperlihatkan bahwa formalitas birokrasi luluh ketika dihadapkan pada kerja nyata bersama masyarakat.
Bagi masyarakat Parangjoro, kedatangan para pejabat berbeskap lengkap yang tidak segan ikut menuangkan adonan cor semen menjadi suntikan moral yang luar biasa. TMMD Reguler kali ini membuktikan diri bukan sekadar proyek infrastruktur mekanistis, melainkan sebuah ruang kultural tempat kemanunggalan TNI dan rakyat dirayakan dengan cara yang sangat humanis.

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menegaskan bahwa esensi utama dari TMMD melampaui urusan fisik seperti bentangan jalan, talud, atau jembatan. Program ini pada hakikatnya adalah sarana memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi langsung di tingkat penopang utama daerah, yaitu desa.
"Ya, selama ini TMMD telah memberikan banyak pelajaran berharga mengenai pentingnya semangat gotong royong dalam membangun bangsa. Program tersebut mampu menghadirkan kolaborasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, TNI, hingga warga untuk bersama-sama menyumbangkan tenaga, pikiran, keterampilan, maupun dukungan material demi kesejahteraan masyarakat," ujar Eko Sapto Purnomo di sela-sela peninjauan lokasi.
Lebih lanjut, ia berharap agar perubahan aksesibilitas ini membawa dampak jangka panjang yang nyata bagi denyut nadi kehidupan warga setempat.
"Kami berharap berbagai kegiatan yang dilaksanakan melalui TMMD mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana transportasi desa yang mendukung sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Dengan demikian, akses masyarakat menjadi lebih baik dan berdampak pada peningkatan perekonomian warga," katanya.
Pembangunan di Parangjoro digarap secara menyeluruh. Sementara jalan desa mulai dibeton demi kelancaran distribusi panen dan transportasi anak sekolah, di sudut lain desa, sentuhan kemanusiaan juga terus berjalan. Selain pembangunan fisik, TMMD kali ini menyasar kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan, pertanian, hukum, kamtibmas, hingga pelayanan administrasi kependudukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Reza Sahputra, menyampaikan bahwa alokasi program TMMD Reguler ke-129 ini dirancang untuk menyentuh kebutuhan paling mendasar warga setempat. Upaya memperbaiki taraf hidup tidak berhenti pada kelayakan jalan semata.
“Melalui program TMMD Reguler diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Termasuk ada rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Parangjoro, Grogol, serta pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat maupun petani,” kata Letkol Inf Reza Sahputra.
Ketika kain jarik bergesekan dengan kasarnya gagang sekop dan adonan cor semen mulai mengeras, di situ pula komitmen pembangunan Sukoharjo terpahat. Pembukaan TMMD yang berbalut busana adat Jawa ini menjadi simbol kuat: bahwa modernisasi infrastruktur desa tidak akan pernah mencabut masyarakat dari akar tradisi dan nilai adiluhung gotong royong. Semua stakeholder bersinergi, kompak, bergerak bersama membangun desa. EDWI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....