Duta GenRe Buol Hadirkan Ruang Aman Cegah Bullying Remaja

  • 17 Jul 2026 12:57 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Kasus perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan yang melibatkan remaja masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Buol. Menyikapi kondisi tersebut, Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Buol mengambil langkah nyata dengan memperkuat edukasi, pendampingan, serta membuka ruang aman bagi remaja yang membutuhkan bantuan.

Duta GenRe Buol 2025, Fikriansyah dan Jennie Rebecca Katili, menegaskan komitmennya untuk menjadi sahabat bagi remaja melalui berbagai program yang bertujuan mencegah kekerasan, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta memberikan akses konsultasi yang mudah dan aman.

Fikriansyah mengatakan, remaja yang mengalami maupun menyaksikan tindakan kekerasan kini tidak perlu ragu mencari tempat untuk mengadu. Menurutnya, pemerintah bersama Forum GenRe telah menghadirkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai wadah pembinaan sekaligus pelayanan konseling bagi remaja.

"Wadah ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pelayanan konseling terkait berbagai permasalahan remaja di lingkungan sekitar mereka. Saat ini, PIK-R di Kabupaten Buol sudah tersebar hampir di seluruh sekolah," ujar Fikriansyah kepada RRI, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan PIK-R menjadi langkah preventif dalam menekan kasus perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah. Selain memberikan layanan konseling, organisasi tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi remaja agar mampu menyelesaikan persoalan secara sehat dan positif.

Program GenRe juga tidak hanya difokuskan di lingkungan sekolah. Duta GenRe Buol mulai memperluas jangkauan pembinaan hingga ke tingkat desa melalui pembentukan dan penguatan PIK-R berbasis masyarakat. Salah satu implementasinya dilakukan melalui pendampingan terhadap PIK-R Kuonoto yang baru-baru ini menjadi lokasi pelaksanaan program kerja Duta GenRe.

Bagi sekolah yang belum memiliki organisasi PIK-R, Fikriansyah mengimbau para siswa agar tetap memanfaatkan fasilitas yang tersedia, seperti berkonsultasi atau melaporkan kasus kekerasan kepada Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sehingga setiap persoalan dapat ditangani sedini mungkin.

Sementara itu, Duta GenRe Buol 2025, Jennie Rebecca Katili, menegaskan bahwa gelar Duta GenRe bukan sekadar penghargaan seremonial, melainkan amanah untuk hadir langsung di tengah masyarakat sebagai pelopor perubahan positif bagi kalangan remaja.

"Kami berkomitmen untuk menjadi teman, sahabat, dan pendengar yang baik. Kami siap mendampingi seluruh remaja di Kabupaten Buol dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika remaja saat ini," tegas Jennie.

Mengikuti perkembangan zaman, Duta GenRe Buol juga memanfaatkan media digital sebagai sarana konseling. Mereka meluncurkan platform Instagram bernama Anagata yang memungkinkan remaja menyampaikan keluhan maupun berkonsultasi secara privat melalui fitur Direct Message (DM). Platform tersebut diharapkan menjadi ruang aman bagi remaja yang merasa malu atau belum siap menyampaikan masalah secara langsung.

Melalui sinergi antara PIK-R di sekolah, pembinaan di tingkat desa, serta layanan konsultasi digital, Duta GenRe Kabupaten Buol berharap angka perundungan dan kekerasan terhadap anak maupun remaja dapat ditekan. Upaya ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Buol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....