Satgas PPKPT Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi

  • 15 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Perguruan Tnggi diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus terus diperkuat melalui pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

Anggota Satgas PPKPT Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto, Ginanjar Adi Nugraha, S.E.,M.Si., Ak., menjelaskan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan kini diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Ia mengatakan, bentuk kekerasan di Perguruan Tinggi tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga mencakup perundungan, pelecehan verbal, kekerasan psikis, seksual, hingga penyalahgunaan relasi kuasa.

"Perguruan Tinggi bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan menghormati hak setiap individu," kata Ginanjar.

Menurutnya, perilaku yang sering dianggap bercanda, seperti merendahkan atau mempermalukan seseorang di depan umum, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan kekerasan. Untuk mencegah hal tersebut, Satgas PPKPT rutin melakukan edukasi dan sosialisasi kepada dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan.

"Kami juga memberikan pendampingan kepada korban, menjaga kerahasiaan identitasnya, dan memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara adil sesuai prosedur," kata Ginanjar.

Ginanjar menambahkan, korban maupun saksi tidak perlu takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan kekerasan di lingkungan kampus. Ia berharap seluruh Perguruan Tinggi terus membangun budaya saling menghormati melalui pendidikan karakter, penguatan etika akademik, dan sosialisasi yang berkelanjutan.

"Yang terpenting adalah berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang tidak pantas dan segera melaporkannya kepada Satgas agar bisa ditangani dengan baik," ungkap Ginanjar.

Ginanjar mengatakan bahwa keberhasilan perguruan Tinggi bukan hanya diukur dari lulusannya saja. Tetapi juga dari kualitas lingkungan belajar yang aman, adil, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....