PCNU Sampang Kawal Tuntas Kasus Dugaan Rudapaksa Anak

  • 15 Jul 2026 13:58 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • PCNU Kabupaten Sampang berkomitmen mengawal penanganan kasus rudapaksa terhadap anak RR (15) hingga tuntas melalui pendampingan hukum dan psikologis.
  • Mahrus Zamroni, Katib Syuriah PCNU Sampang, menekankan bahwa kasus ini adalah tanggung jawab moral dan keagamaan bagi organisasi untuk terus mengawal prosesnya.
  • PCNU meminta Polres Sampang dan Polda Jawa Timur mengusut tuntas perkara, menangkap seluruh pelaku, dan mendorong pemerintah memberikan pendampingan psikologis serta spiritual kepada korban.

RRI.CO.ID, Sampang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang menegaskan akan mengawal penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak di bawah umur berinisial RR (15) hingga tuntas. Pengawalan dilakukan tidak hanya pada proses hukum, tetapi juga melalui pendampingan bagi korban.

Katib Syuriah PCNU Sampang, Mahrus Zamroni, mengatakan kasus tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab moral dan keagamaan bagi organisasi untuk terus mengawalnya.

"Kasus ini merupakan tragedi kemanusiaan sehingga PCNU Kabupaten Sampang merasa punya tanggung jawab secara agama maupun moral untuk terus mengawal kasus ini sampai tuntas," kata Mahrus, Rabu 15 Juli 2026.

PCNU meminta Kepolisian Resor Sampang bersama Kepolisian Daerah Jawa Timur mengusut tuntas perkara tersebut serta menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum Polres Kabupaten Sampang dan Polda Jawa Timur untuk mengusut tuntas pelaku, menangkap para pelaku serta semua yang terlibat dalam kekerasan seksual ini," ujarnya.

Selain itu, PCNU mendorong Pemerintah Kabupaten Sampang memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, baik secara psikologis maupun spiritual, agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.

"Kami juga mengajak Pemerintah Kabupaten Sampang ikut berperan mendampingi korban, memberikan pendampingan psikologis maupun spiritual karena hal itu sangat penting bagi korban," kata Mahrus.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada korban. Menurut dia, dukungan dari lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam proses pemulihan psikologis korban.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada korban. Korban sudah berada pada kondisi psikologis yang berat sehingga tidak seharusnya terus diberitakan atau dibicarakan dari aspek-aspek negatifnya di tengah masyarakat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....