Puluhan Sirene Tsunami Disiagakan di Sepanjang Pesisir Banten
- 15 Jul 2026 13:07 WIB
- Banten
Poin Utama
- BPBD Provinsi Banten menyiapkan sistem peringatan dini tsunami di 28 titik strategis di sepanjang pesisir Banten sebagai langkah mitigasi untuk respons cepat terhadap bencana.
- Sirene peringatan tsunami hanya akan diaktifkan setelah BPBD menerima rekomendasi BNPB berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan.
- BPBD juga mengoptimalkan penyebaran informasi melalui Pos Komando yang terhubung dengan BNPB, Desa Tangguh Bencana, Balawista, dan grup WhatsApp untuk memberikan pembaruan terkini tentang aktivitas Gunung Anak Krakatau.
RRI.CO.ID, Serang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memastikan sistem peringatan dini tsunami telah tersedia di 28 titik di sepanjang pesisir Banten. Sistem tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi untuk mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat akibat gejala alam termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan aktivasi sistem peringatan dini dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan. Menurutnya, sirene hanya akan dibunyikan setelah BPBD menerima rekomendasi resmi dari pihak berwenang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya peringatan yang disampaikan tanpa dasar.
"Kalau terjadi tsunami ada namanya early warning system yang kita punya di 28 titik. Ketika terjadi sesuatu, sirene itu bisa diaktifkan. Tombolnya ada di BPBD, tetapi rekomendasinya dari BNPB, sehingga dalam waktu yang tidak lama sirene dapat dibunyikan dan masyarakat mengetahui bahwa ada kondisi yang harus segera diperhatikan," kata Lutfi, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain mengandalkan sirene, BPBD Provinsi Banten juga mengoptimalkan penyebaran informasi melalui Pos Komando (Posdalops) yang telah terhubung dengan BNPB, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai pihak terkait kebencanaan. Informasi terkini juga disampaikan melalui jaringan Desa Tangguh Bencana (Destana), Balawista, hingga grup komunikasi berbasis WhatsApp yang rutin memberikan pembaruan kondisi Gunung Anak Krakatau.
Di sisi lain, BPBD terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui berbagai upaya mitigasi, seperti penyusunan peta kawasan rawan bencana, pemasangan dan evaluasi jalur evakuasi, pembentukan Desa Tangguh Bencana, hingga edukasi dan simulasi evakuasi mandiri bagi pelajar maupun masyarakat di kawasan pesisir.
Lutfi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta masyarakat selalu memantau informasi resmi dari Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun BPBD agar memperoleh perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi ancaman bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....