Densus 88 Ingatkan Ancaman Radikalisme pada Anak

  • 17 Jul 2026 06:59 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Orang tua perlu menerapkan metode ABA (Awasi, Batasi, dan Ajari) melalui pendampingan penggunaan media digital dan komunikasi yang terbuka dengan anak.
  • Anak dan remaja rentan terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan game daring karena masih mencari jati diri dan mudah dipengaruhi lingkungan.
  • Pencegahan perlu dilakukan sejak dini oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan memahami konsep IRET (Intoleransi, Radikal, Ekstrem, dan Terorisme) serta menanamkan nilai toleransi.

RRI.CO.ID, Palembang - Anak dan remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar paham radikalisme di era digital. Penyebaran kini tidak lagi dilakukan secara tatap muka, tetapi melalui media sosial dan game daring.

Karena itu, pencegahan sejak dini perlu dilakukan oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar anak tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Tim Pencegahan Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri, Putra Yesa, mengatakan masyarakat perlu memahami konsep IRET sebagai langkah awal pencegahan. IRET merupakan singkatan dari intoleransi, radikal, ekstrem, dan terorisme.

Menurut Putra, intoleransi merupakan pintu masuk munculnya paham radikal hingga tindakan terorisme. Karena itu, sikap saling menghargai perbedaan perlu ditanamkan sejak usia dini.

“Kalau ada anak yang mulai menunjukkan sikap intoleran, jangan dianggap sepele. Itu bisa menjadi cikal bakal berkembangnya paham radikal,” ujarnya dalam Program Moderasi Beragama PRO 1 RRI Palembang, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan anak menjadi sasaran karena masih mencari jati diri dan mudah dipengaruhi lingkungan. Kondisi seperti bullying, kurangnya perhatian keluarga, serta penggunaan media sosial tanpa pendampingan turut meningkatkan kerentanan tersebut.

Putra mengingatkan orang tua untuk menerapkan metode ABA, yaitu Awasi, Batasi, dan Ajari. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi benteng utama menghadapi penyebaran paham radikal.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi penyebaran paham radikal kepada pihak berwenang. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu munculnya tindakan yang membahayakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....