Perkuat SDM Perkebunan, Kementan Sertifikasi 25 Mandor Kelapa Sawit di Kalimantan
- 15 Jul 2026 09:00 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjar – Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sebagai langkah strategis meningkatkan daya saing sektor perkebunan. Ini sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat SDM pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Puslatan Kementan. Dengan dukungan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, berkolaborasi dengan LPP Agro Nusantara menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Mandor Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit.
Kegiatan sertifikasi berlangsung selama dua hari, pada 13–14 Juli 2026, di PT Perkebunan Nusantara IV Regional V, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan salah satu upaya nyata dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.
"Sertifikasi kompetensi menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan tenaga profesional sekaligus memastikan setiap SDM memiliki kompetensi sesuai standar sehingga siap menjawab kebutuhan sektor pertanian," ujar Idha, Rabu 15 Juli 2026.

Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, melalui Ketua TUK BBPP Binuang, Cecep Suhardedi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen BBPP Binuang dalam mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan melalui sertifikasi yang objektif dan berstandar nasional. Sebanyak 25 peserta mengikuti sertifikasi kompetensi. Mereka merupakan mandor pemeliharaan kebun kelapa sawit yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Perwakilan LSP Puslatan Kementan, Andy Susilo, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah mengikuti rangkaian asesmen sesuai skema sertifikasi yang berlaku. Koordinator Asesor, Arif Wicaksono, menyatakan seluruh peserta direkomendasikan kompeten berdasarkan hasil asesmen.
"Kompetensi yang telah diperoleh hendaknya terus dipelihara dan ditingkatkan sehingga mampu memberikan kinerja terbaik dalam mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang profesional," katanya.
Sementara itu, perwakilan LPP Agro Nusantara, Sulthon Parinduri, menilai sertifikasi ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kompetensi mandor pemeliharaan kebun kelapa sawit sesuai standar nasional. "Melalui sertifikasi ini, kami berharap peserta semakin meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sehingga mampu menjalankan tugas sebagai Mandor Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit sesuai standar kompetensi kerja yang berlaku," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....