Pengusaha Sebut Harga Telur Rp24.000 Belum Untungkan Peternak
- 15 Jul 2026 07:14 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Pengusaha ayam petelur di Nunukan menilai harga acuan telur Rp24.000 per kilogram belum menutupi biaya operasional.
- Tingginya biaya distribusi pakan dari luar daerah masih menjadi kendala utama peternak telur di Nunukan.
- Meski belum ideal, penetapan harga minimal tetap diapresiasi karena mencegah harga telur jatuh lebih rendah.
RRI.CO.ID, Nunukan - Pengusaha ayam petelur menilai harga acuan telur Rp24.000 per kilogram belum menguntungkan peternak di Nunukan. Kebijakan pemerintah tersebut mulai berlaku secara nasional pada 15 Juli 2026.
Pemerintah menetapkan harga acuan telur ayam konsumsi sebesar Rp24.000 per kilogram mulai 15 Juli. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional. Menanggapi hal tersebut Pengusaha Ayam Nunukan, Riswandi, memberikan tanggapannya.
"Nah, untuk petelur, sama juga kasusnya. Karena petelur itu kan, kita tetap datangkan pakan dari pabrik di daerah besar, seperti Surabaya, daerah Makassar, sama distribusinya itu, biaya distribusi mendatangkan pakan itu, sangat besar," katanya, Rabu (15/07/2026).
Biaya distribusi pakan masih menjadi komponen terbesar dalam operasional peternak telur di Nunukan. Kondisi tersebut membuat biaya produksi lebih tinggi dibanding daerah lain.
Di Nunukan, penjualan telur umumnya menggunakan satuan per piring berisi 30 butir. Sistem tersebut berbeda dengan acuan harga pemerintah yang menggunakan satuan kilogram.
"Jadi, kalau untuk hitungan kami di sini, harga Rp24.000 per kilo untuk di Kabupaten Nunukan, belum menutup untuk operasional. Nah, tapi kami berterima kasih, karena pemerintah sudah mau menetapkan harga minimal. Karena kalau tidak ditetapkan, harga per kilonya bisa jadi lebih di bawah Rp24.000 gitu," ujarnya.
Peternak berharap kebijakan harga mempertimbangkan karakteristik pasar dan biaya produksi di wilayah perbatasan. Harga jual dinilai perlu menyesuaikan kondisi operasional daerah.
"Dan kami di Nunukan ini, bukan memakai sistem, kalau telur itu bukan 1 kilo. Kalau di Nunukan itu per piring, yang jumlahnya 1 piring itu 30 butir, begitu. Karena untuk harga telur 1 piring, kalau untuk di Nunukan, idealnya itu, sekitar Rp55.000. Untuk menutupi biaya operasional, biaya distribusi pakan, biaya gaji, obat-obatan, dan semuanya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....