Pohon Pogah Fakfak Curi Perhatian Pelaku Usaha, Berpeluang Tembus Pasar Global

  • 14 Jul 2026 19:56 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Kekayaan hayati Kabupaten Fakfak kembali menarik perhatian pelaku usaha nasional dan internasional. Kali ini, pohon pogah yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku kerajinan tradisional menjadi fokus kunjungan Pemilik Mom's Bakery Indonesia dan Greens and Beans (GnB), Fransisca Indriyana, bersama Direktur Global Business asal Korea Selatan, Jinho Jeffry Shin.

Kunjungan ke Kampung Manamur dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengambilan serat pohon pogah hingga menjadi tas anyaman khas Fakfak yang dikerjakan oleh mama-mama pengrajin secara turun-temurun.

Di lokasi, rombongan bertemu dengan pengrajin Milton Iba dan Mama Bernadeta. Milton menjelaskan serat pohon pogah diambil secara tradisional dari kulit pohon, kemudian dibersihkan dan dijemur hingga siap diolah menjadi berbagai produk kerajinan.

Menurutnya, pengambilan serat dilakukan pada waktu tertentu, umumnya saat bulan purnama, agar kualitas serat tetap baik. Setelah serat diambil, pohon pogah masih dapat tumbuh kembali sehingga pemanfaatannya tetap menjaga kelestarian hutan apabila dilakukan dengan teknik yang benar.

"Serat pohon pogah diambil secara tradisional tanpa merusak pohonnya. Kalau dilakukan dengan benar, pohon akan tumbuh kembali sehingga tetap lestari dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan." ujar Milton Iba.

Fransisca Indriyana mengaku terkesan melihat langsung proses pengolahan serat pohon pogah. Menurutnya, produk anyaman berbahan alami memiliki nilai budaya, keaslian, dan konsep ramah lingkungan yang kini semakin diminati pasar internasional.

"Kami datang jauh-jauh ke Fakfak karena ingin melihat langsung proses pembuatannya. Produk seperti ini memiliki nilai yang sangat baik dan peluangnya besar untuk dipasarkan lebih luas hingga ke pasar internasional." ungkap Fransisca.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan pohon pogah merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif berbasis budaya dan lingkungan.

"Pelestarian pohon pogah harus dilakukan melalui penanaman kembali, pemanfaatan yang bijaksana, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Widhi.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama dalam memperluas promosi dan pemasaran kerajinan serat pohon pogah sebagai produk unggulan khas Fakfak yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....