Fenomena Matahari di Atas Ka'bah untuk Kalibrasi Arah Kiblat
- 14 Jul 2026 19:33 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Matahari tepat berada di atas Ka'bah atau Rashdul Kiblat yang akan berlangsung pada 15–17 Juli 2026. Momen astronomi ini dapat digunakan untuk mengecek sekaligus mengkalibrasi arah kiblat secara sederhana melalui bayangan Matahari.
Melalui unggahan resmi di media sosial @infobmkg, BMKG menjelaskan bahwa ketika Matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah, bayangan benda yang berdiri tegak di wilayah yang masih mendapatkan sinar Matahari akan mengarah langsung ke Ka'bah. Kondisi tersebut menjadi salah satu metode penentuan arah kiblat yang telah lama digunakan dalam ilmu falak.
BMKG menyebutkan, fenomena ini berlaku bagi wilayah Indonesia bagian Barat dan sebagian Indonesia Tengah. Waktu terbaik untuk melakukan pengamatan pada periode Juli 2026 adalah sekitar pukul 16.27 WIB, dengan puncak fenomena terjadi pada 16 Juli 2026.
Sementara itu, bagi masyarakat di Indonesia bagian Timur dan sebagian Indonesia Tengah bagian Timur, penentuan arah kiblat dilakukan saat Matahari berada di atas antipoda Ka'bah atau titik yang berlawanan dengan Ka'bah. Fenomena tersebut terjadi setiap 14 Januari pukul 06.30 WIT dan 29 November pukul 06.09 WIT.
Dalam panduannya, BMKG mengimbau masyarakat menyiapkan beberapa peralatan sederhana, seperti tongkat atau benda yang dapat berdiri tegak lurus, jam dengan waktu yang akurat, serta kompas atau GPS sebagai alat bantu.
Adapun langkah kalibrasi dilakukan dengan menyesuaikan waktu menggunakan jam resmi BMKG, menegakkan tongkat pada permukaan datar, kemudian mengamati arah bayangan saat waktu puncak fenomena tiba. Garis bayangan yang terbentuk dapat dijadikan acuan untuk memastikan arah kiblat.
Agar hasil pengukuran lebih akurat, BMKG mengingatkan pengamatan dilakukan saat cuaca cerah, pada permukaan yang rata, serta tidak terhalang bayangan benda lain. Pengguna juga disarankan melakukan persiapan sekitar lima menit sebelum waktu puncak pengamatan.
Fenomena Matahari di atas Ka'bah sendiri terjadi dua kali setiap tahun, yakni pada akhir Mei dan pertengahan Juli. Momentum ini dimanfaatkan sebagai metode alami untuk memverifikasi arah kiblat tanpa memerlukan peralatan astronomi yang rumit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....