Hadapi TKA 2026, Kadikbud Malut Gandeng Bimbel Perkuat Ekosistem Pendidikan
- 14 Jul 2026 18:13 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara mengambil langkah berbeda dalam mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Untuk pertama kalinya, pemerintah daerah membangun kolaborasi dengan lembaga bimbingan belajar (bimbel) guna memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan peserta didik menghadapi TKA dan seleksi masuk perguruan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, mengumpulkan sejumlah pengelola lembaga bimbingan belajar bersama para kepala SMA se-Kota Ternate dalam pertemuan yang berlangsung di Auditorium SMK Negeri 2 Ternate, Selasa 14 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, hadir berbagai lembaga bimbingan belajar, di antaranya Rumah Belajar, English Academy Center, LKP Pendidikan Quanta, LKP Bina Ilmu, serta sejumlah lembaga lainnya.
Abubakar menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga bimbingan belajar yang selama ini berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa.
“Kolaborasi ini diharapkan membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan, khususnya dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA maupun seleksi masuk perguruan tinggi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan sekolah, orang tua, dan lembaga bimbingan belajar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara,” kata Abubakar.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Ternate menilai kebijakan Dikbud Maluku Utara merupakan strategi yang tepat karena banyak siswa berprestasi juga memperoleh pendampingan akademik melalui lembaga bimbingan belajar.
Menurutnya, koordinasi antara sekolah dan bimbel akan membuat pembinaan siswa menjadi lebih terarah dan saling melengkapi.
Dukungan juga datang dari Rumah Belajar. Perwakilannya, Maikel, mengatakan forum koordinasi ini membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara pemerintah, sekolah, dan lembaga bimbingan belajar, terutama dalam menyikapi perkembangan kebijakan TKA dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Sebagai bentuk kontribusi, Rumah Belajar menawarkan pelaksanaan tes diagnostik atau pre-test secara gratis bagi siswa kelas XI SMA. Program tersebut bertujuan memetakan kemampuan awal siswa sehingga sekolah dan lembaga bimbingan belajar dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran menjelang pelaksanaan TKA pada Oktober 2026.
Apresiasi serupa disampaikan Riswan dari El Ris Ternate. Ia menilai keterlibatan lembaga bimbingan belajar dalam forum resmi pemerintah menunjukkan adanya komitmen kuat untuk membangun pendidikan secara kolaboratif.
Menurutnya, selama ini lembaga bimbingan belajar lebih banyak bergerak secara mandiri. Dengan adanya sinergi tersebut, bimbel tidak hanya berperan membantu siswa menghadapi TKA dan UTBK, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.
Menutup pertemuan, Abubakar mengapresiasi komitmen seluruh lembaga bimbingan belajar yang siap bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia juga mengajak orang tua dan peserta didik memanfaatkan layanan bimbingan belajar secara bijak sebagai pendukung proses pembelajaran di sekolah.
Dikbud Maluku Utara optimistis kemitraan antara pemerintah, sekolah, dan lembaga bimbingan belajar akan memperkuat kualitas pendidikan daerah, meningkatkan daya saing peserta didik, serta mendorong hasil Tes Kemampuan Akademik dan seleksi masuk perguruan tinggi menjadi lebih baik pada tahun-tahun mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....