Harganas 2026, BKKBN Jateng Dorong Peran Ayah dan Kualitas SDM Keluarga

  • 14 Jul 2026 20:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – BKKBN Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak sebagai upaya membangun keluarga berkualitas dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta, Selasa 14 Juli 2026.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Al Khafid Hidayat, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surakarta yang tetap menyelenggarakan berbagai kegiatan Harganas meski di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut mampu memadukan pelayanan keluarga berencana, edukasi, hingga pelestarian budaya lokal.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo (GAS MAS) sebagai implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal.

"Kalau anak dilahirkan bersama-sama, maka pengasuhannya juga harus dilakukan bersama-sama. Kehadiran ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga mendampingi tumbuh kembang anak," ujar Al Khafid.

Menurutnya, tema Harganas ke-33, "Ayah Wajib Hadir", dipilih karena masih banyak ayah yang belum terlibat aktif dalam pengasuhan. Berdasarkan data BKKBN tahun 2025, sebanyak 25,8 persen ayah di Indonesia belum hadir secara optimal dalam mendampingi anak.

Al Khafid mengatakan keterlibatan ayah berperan penting dalam membentuk karakter anak, termasuk menumbuhkan keberanian, kemandirian, dan kemampuan menghadapi tantangan. Karena itu, kehadiran ayah menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Selain itu, ia menjelaskan Jawa Tengah telah memasuki fase replacement level dengan Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,07 atau di bawah angka 2,1. Kondisi tersebut menunjukkan fokus pembangunan kependudukan kini bergeser dari pengendalian jumlah penduduk menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Yang perlu kita siapkan sekarang adalah kualitas sumber daya manusianya. Anak-anak harus mendapatkan pengasuhan yang baik, tumbuh kembangnya diperhatikan, dibiasakan disiplin sejak dini, sehingga nantinya mampu menjadi generasi yang berkualitas," katanya.

Al Khafid mengajak Pemerintah Kota Surakarta memanfaatkan keberadaan penyuluh keluarga berencana sebagai mitra strategis dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan keluarga sekaligus mewujudkan keluarga Indonesia yang harmonis, berkualitas, dan sejahtera. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....