Syarat Masuk SMP Khusus Solo: Komitmen Orang Tua Jadi Kunci Utama

  • 04 Mei 2026 14:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta menetapkan syarat khusus bagi calon siswa yang ingin mendaftar di program kelas khusus SMP Negeri 24 dan 25, yakni komitmen penuh dari orang tua.

Kebijakan ini diambil karena program yang diproyeksikan sebagai sekolah persiapan menuju "Sekolah Garuda" tersebut tidak menggunakan sistem asrama atau boarding. Oleh karena itu, sinergi antara kegiatan belajar di sekolah dan lingkungan rumah menjadi instrumen penilaian krusial dalam proses seleksi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya bersandar pada jam sekolah yang terbatas. Menurutnya, sekolah hanya mampu mengoptimalkan potensi anak maksimal sebesar 50 persen, sementara sisanya ditentukan oleh konsistensi pembiasaan di rumah.

Keterlibatan orang tua akan dipantau mulai dari proses rekrutmen hingga selama masa pendidikan tiga tahun untuk memastikan ekosistem belajar tetap terjaga.

"Keberhasilan proses belajar tidak nanti harus ditentukan hanya oleh sekolah, tapi juga melibatkan orang tua. Orang tua nanti dilibatkan di proses bagaimana mereka membuat ekosistem belajar itu tidak hanya berjalan di sekolah tapi juga di rumah," ujar Dwi Ariyatno, Senin, 4 Mei 2026.

Hal ini dimaksudkan agar pembiasaan karakter dan disiplin yang diajarkan di sekolah tidak terputus saat siswa kembali ke keluarga.

Dinas Pendidikan akan menjadikan daya dukung lingkungan keluarga sebagai salah satu poin ukur dalam merekrut peserta didik baru. Evaluasi ini mencakup kesiapan orang tua dalam mendukung kurikulum akselerasi dan metode pembelajaran berbasis proyek atau STEM yang akan diterapkan.

Calon siswa dengan potensi intelektual tinggi namun tidak didukung oleh komitmen lingkungan keluarga dikhawatirkan tidak akan mencapai hasil belajar yang optimal.

"Salah satu ukuran kita untuk merekrut itu adalah komitmen dan daya dukung lingkungan, termasuk di dalamnya keluarga, di dalam keberhasilan mendukung keberhasilan anak untuk belajar," kata Dwi menambahkan.

Pemerintah ingin memastikan investasi pendidikan premium yang dibiayai negara ini benar-benar tepat sasaran bagi siswa yang siap secara mental dan dukungan moral.

Fokus utama dari kelas khusus ini adalah menjaring anak-anak dari keluarga menengah ke bawah yang memiliki potensi istimewa namun terbatas secara akses layanan pendidikan. Dengan memberikan metode yang tepat dan dukungan fasilitas dari negara, siswa diharapkan siap menembus sekolah kader tingkat SMA maupun jalur beasiswa internasional.

Peran orang tua di sini sangat krusial untuk menjaga kemandirian dan kesamaptaan anak agar tetap sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

Adapun, program kelas khusus ini mulai membuka pendaftaran Senin, 4 Mei 2026. Masyarakat, khususnya orang tua calon siswa, diimbau untuk mulai memahami visi program ini yang menuntut peran aktif keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara konsisten.

Diharapkan, melalui kolaborasi yang kuat ini, lulusan SMP di Surakarta memiliki daya saing yang tinggi di tingkat nasional maupun global. (Dania/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....