Tekan Inflasi, Disperindag Kepri Pastikan Stok MinyaKita dan Cabai Stabil

  • 14 Jul 2026 18:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau menjamin ketersediaan pasokan MinyaKita dan cabai aman untuk kebutuhan masyarakat. Langkah ini diambil karena kedua komoditas pangan tersebut menjadi penyumbang utama inflasi nasional yang perlu diantisipasi.

Plt Kepala Disperindag Kepri, Aries Fhariandi, menyatakan pihak daerah terus berkoordinasi intensif dengan para distributor di Tanjungpinang. Upaya pemantauan berkala ini bertujuan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil sekaligus menjaga harga di pasaran.

“Untuk minyak goreng maupun cabai masih aman saat ini ketersediaanya,” kata Aries Fhariandi, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, Proses distribusi kedua bahan pangan tersebut kini kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami kendala pengiriman dari luar daerah. Saat ini, sebanyak 400 ton MinyaKita asal Medan dan Dumai telah tiba untuk dipasok ke Tanjungpinang, Bintan, hingga Karimun.

Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter agar ramah di kantong masyarakat. Kebijakan ini diharapkan mampu membantu warga mendapatkan pasokan minyak goreng dengan harga yang relatif terjangkau.

“Masyarakat dapat membeli minyak goreng dengan harga yang relatif terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, harga cabai di pasaran Kepri tercatat relatif stabil pada kisaran Rp48.000 hingga Rp52.000 per kilogram. Kondisi harga tersebut perlahan membaik setelah sempat mengalami lonjakan akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak.

Guna memenuhi kebutuhan pasar, pasokan cabai daerah masih bergantung pada pengiriman dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Ketergantungan ini terjadi lantaran volume produksi petani lokal belum memadai untuk mencukupi permintaan domestik.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Kepri terus mendorong gerakan menanam cabai secara masif demi memperkuat ketahanan pangan. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan produksi lokal sehingga ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat berkurang.

“Pemerintah selalu melakukan pengawasan terkait ketersedian bahan pokok,” katanya.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik maupun khawatir secara berlebihan terkait ketersediaan bahan pokok harian. Disperindag bersama instansi terkait akan terus mengawasi pergerakan pasar demi menjaga keterjangkauan harga dan stabilitas inflasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....