Bulog Pastikan Stok Beras dan MinyaKita Aman, Distribusi Terus Berjalan di Kepri
- 13 Jul 2026 22:05 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta MinyaKita di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) tetap aman. Distribusi komoditas pangan pokok tersebut terus dilakukan ke sejumlah kabupaten dan kota untuk menjaga pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga, Senin, 13 Juni 2026.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan Bulog bersama Dinas Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Hal ini, sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
”Pada kegiatan Gerakan Pangan Murah kemarin kami membawa sekitar satu ton beras dan kurang lebih 600 liter MinyaKita,” ujar Arief Alhadihaq.
Untuk menjaga ketahanan pangan, Bulog saat ini memiliki stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 3.000 ton setelah mendapat tambahan pasokan sekitar 1.500 ton. Sebagian stok tersebut telah didistribusikan ke sejumlah daerah, di antaranya 100 ton ke Kabupaten Karimun dan 500 ton ke Kabupaten Natuna secara bertahap.
Selain beras, Bulog juga telah menerima pasokan MinyaKita sebanyak 90 ribu liter melalui kerja sama dengan produsen. Minyak goreng bersubsidi tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah di Kepri, antara lain Karimun, Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga, dengan koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta instansi terkait.
”Kami mendapatkan kuota MinyaKita setiap bulan dari produsen, begitu barang masuk, langsung kami distribusikan ke masing-masing wilayah,” ucapnya.
Arief menjelaskan, stok MinyaKita yang tersedia saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pasar selama sekitar satu bulan ke depan. Bulog juga telah memperoleh pesanan (Purchase Order/PO) untuk alokasi berikutnya sehingga distribusi dapat terus berlanjut tanpa mengganggu ketersediaan barang di pasaran.
”Insya Allah stok yang ada saat ini cukup untuk satu bulan ke depan,” tuturnya.
Terkait harga, Bulog memastikan tidak ada perubahan, Beras SPHP kemasan 5 kilogram tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp65.000 atau Rp13.000 per kilogram. Lalu, MinyaKita tetap dipasarkan dengan HET Rp15.700 per liter sesuai ketentuan pemerintah.
Arief menambahkan, Bulog menjalankan mandat penyaluran sekitar 35 persen dari total distribusi MinyaKita, sedangkan sisanya disalurkan melalui sektor swasta. Ia berharap kolaborasi seluruh pihak dapat menjaga pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di seluruh wilayah Kepri.
”Harapan kita bisa berkolaborasi untuk masing-masing wilayah bisa men-supply,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....