Kemenpar RI Lirik Potensi Durian Parimo sebagai Daya Tarik Wisata

  • 14 Jul 2026 13:25 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Potensi durian yang selama ini menjadi komoditas ekspor unggulan Kabupaten Parigi Moutong dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis agro (agro-tourism). Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Tengah bersama Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI di Ruang Wakil Bupati Parigi Moutong, Senin 13 Juli 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Agenda Prioritas Pengawasan (APP) BPKP Tahun 2026 yang mengusung penguatan investasi hijau melalui tata kelola pembangunan yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menyambut baik dipilihnya daerahnya sebagai lokasi visitasi. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat pengembangan sektor ekonomi berbasis potensi lokal.

"Alhamdulillah, ini menjadi kesempatan besar bagi Kabupaten Parigi Moutong. Kami berharap kunjungan ini dapat mendorong berkembangnya usaha packing house sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi komoditas unggulan daerah," ujarnya.

Ia mengatakan Parigi Moutong memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama komoditas durian dan kelapa, yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, menilai durian Parigi Moutong memiliki nilai tambah yang tidak hanya sebatas komoditas ekspor, tetapi juga berpotensi menjadi magnet wisata berbasis pertanian.

Menurutnya, konsep pariwisata berkualitas harus mampu menghubungkan sektor pertanian dengan industri pariwisata sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

"Selama ini durian Parigi Moutong dikenal sebagai komoditas ekspor. Padahal jika dikembangkan menjadi wisata, wisatawan yang datang akan membutuhkan hotel, transportasi, restoran, dan berbagai layanan lainnya. Ini menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah," kata Rizki.

Ia juga menilai musim panen durian yang berlangsung bergantian di sejumlah wilayah Parigi Moutong menjadi keunggulan tersendiri karena dapat menarik kunjungan wisatawan dalam periode yang lebih panjang. Untuk itu, diperlukan penguatan promosi melalui narasi atau storytelling yang mampu mengangkat keunikan durian Parigi Moutong di tingkat nasional maupun internasional.

Selain membahas pengembangan pariwisata, pertemuan tersebut juga membahas penguatan investasi hijau, tata kelola persampahan, akses pembiayaan, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.

Rizki menegaskan keberhasilan pengembangan sektor pariwisata sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem industri pendukung. Dengan dukungan tersebut, Parigi Moutong dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi agro wisata unggulan di Sulawesi Tengah sekaligus menarik minat investor di sektor pariwisata berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....