Lindungi Hak Anak menuju Indonesia Emas 2045

  • 15 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Hari Anak Nasional menjadi momentum memperkuat komitmen semua pihak dalam menghormati, memenuhi, dan melindungi hak-hak anak.
  • Setiap anak memiliki 31 hak yang harus dipenuhi, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan dari kekerasan, serta kesempatan tumbuh dan berkembang.
  • Keluarga berperan penting membentuk karakter anak sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Palembang - Kampanye “Sayangi Anak, Lindungi Haknya” kembali digencarkan di Kota Palembang sepanjang 2026. Gerakan ini mendorong orang tua, sekolah, dan masyarakat agar lebih peduli pada pemenuhan hak anak sesuai UU Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak.

Kampanye digagas bersama Dinas PPPA Kota Palembang, MUI Kota Palembang, dan komunitas peduli anak. Fokusnya: mengubah pola asuh dari “anak cukup diberi makan” ke “anak harus tumbuh aman, sehat, cerdas, dan didengar”.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Zaki Aslan, dalam Program Pengarusutamaan Gender dan Inklusi RRI Palembang Senin, 13 Juli 2026 mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap bulan Juli. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam menghormati dan melindungi hak-hak anak.

"Hari Anak Nasional merupakan program pemerintah untuk memperkuat penghargaan terhadap anak dan melindungi hak-haknya, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Zaki. Ia menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini agar mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

"Anak adalah generasi penerus bangsa. Karena itu mereka harus kita pupuk, kita didik, dan kita lindungi agar mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya. Zaki menjelaskan bahwa tema Hari Anak Nasional tahun ini mengandung makna pentingnya mendengarkan suara anak, melindungi hak-haknya, serta membangun masa depan mereka melalui pemenuhan hak dan kesempatan yang setara.

"Makna tema tahun ini adalah pentingnya mendengar anak, melindungi anak, serta membangun masa depan mereka. Setiap anak harus mendapatkan kesempatan dan fasilitas yang sama untuk tumbuh dan berkembang," jelasnya.

Menurut Zaki, setiap anak memiliki 31 hak yang harus dipenuhi, mulai dari hak sipil, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari segala bentuk kekerasan. "Ketika hak-hak anak diabaikan, termasuk saat mereka menjadi korban bullying maupun kekerasan, maka itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak anak yang harus menjadi perhatian kita bersama," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keluarga memegang peran utama dalam membentuk karakter dan mendukung proses tumbuh kembang anak. Lingkungan keluarga yang aman dan penuh kasih sayang menjadi pondasi bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....