Disdik Ternate Pastikan MPLS Ramah, Bebas Bullying dan Kekerasan

  • 14 Jul 2026 10:49 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Dinas Pendidikan Kota Ternate memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung dengan konsep MPLS Ramah.

Konsep ini diterapkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan (bullying) dan segala bentuk kekerasan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah pengawasan sejak awal pelaksanaan MPLS. Seluruh bidang dan seksi di lingkungan Dinas Pendidikan diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk memantau secara langsung jalannya kegiatan.

"Seluruh bidang dan seksi sudah saya kerahkan ke semua sekolah untuk memantau pelaksanaan MPLS agar konsep MPLS Ramah benar-benar berjalan dengan baik. Artinya, tidak boleh ada lagi praktik bullying maupun kekerasan terhadap anak-anak," kata Ridwan saat ditemui di SMP Negeri 7 Ternate, Selasa 14 Juli 2026.

Menurutnya, konsep MPLS Ramah bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada murid baru sehingga mereka dapat mengenal lingkungan sekolah tanpa tekanan maupun tindakan yang mengganggu proses adaptasi.

"Sistem MPLS Ramah ini memberikan rasa aman dan nyaman kepada murid baru agar mereka dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik sesuai dengan tujuan pelaksanaan MPLS," ujarnya.

Selain melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung, Dinas Pendidikan Kota Ternate juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah jauh sebelum MPLS dimulai. Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan, baik antarsiswa maupun yang melibatkan tenaga pendidik.

"Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah agar kenyamanan seluruh murid, tidak hanya murid baru, tetap terjaga. Dengan begitu, tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan oleh sesama murid maupun guru, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah," katanya.

Ridwan berharap, melalui pengawasan yang intensif dan sosialisasi yang berkelanjutan, pelaksanaan MPLS Ramah dapat menjadi momentum membangun budaya sekolah yang lebih humanis, inklusif, serta menjunjung tinggi perlindungan terhadap hak-hak peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....