Ketika Dunia Mengalihkan Hati dari Allah SWT

  • 14 Jul 2026 09:34 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Manusia kerap disibukkan dengan urusan dunia. Namun, hal tersebut sering kali membuat kita tak sadar bahwa diri kita perlahan mulai berpaling dari Allah SWT.

Dalam Tausyiah Mutiara Pagi Edisi Senin (6/7/2026), Ustaz Suprayitno berbicara mengenai fenomena yang membuat perhatian manusia semakin terarah pada urusan duniawi. Mirisnya, kondisi ini terjadi di tengah penderitaan umat muslim di berbagai belahan dunia akibat peperangan, penjajahan, maupun kemiskinan.

Selain itu, umat muslim di tempat lain juga tengah menghadapi gelombang pemikiran yang berusaha mengikis akidah, melemahkan identitas Islam, hingga menjauhkan generasi penerus dari Al-Qur'an dan sunah Rasulullah SAW.

"Inilah salah satu ciri dari zaman yang telah diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Zaman yang penuh dengan ujian," ujar Ustaz Suprayitno.

Ustaz Suprayitno memandang, ujian yang diberikan Allah SWT bukan sekadar peperangan maupun bencana fisik. Justru, Allah SWT bisa memberikan ujian melalui sesuatu yang tampak indah, menghibur, dan menyenangkan.

"Akan tetapi, perlahan mengalihkan hati seorang muslim dari tujuan utama diciptakannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadis: "Bādirū bil-a‘māli fitanan ka-qiṭa‘il-lailil-muẓlim," yang artinya: "Bersegeralah kalian untuk melakukan amal-amal saleh sebelum datang kepada kalian berbagai macam fitnah (ujian) yang datang seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita."

Melalui hadis tersebut, Ustaz Suprayitno mengingatkan bahwa ujian tak selalu datang secara terang-terangan melalui bencana. Ada ujian yang perlahan datang dengan menguasai perhatian, memenuhi pikiran, hingga menggerus keimanan kepada Allah SWT.

"Seseorang mungkin tetap mengaku dirinya beriman dan ber-Islam. Akan tetapi, orientasi hidupnya sudah mulai bergeser. Waktu, tenaga, pikiran, bahkan kecintaannya lebih banyak dicurahkan untuk urusan dunia daripada mendekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala," ucapnya.

Ia menuturkan, Islam tidak melarang umatnya menjalani kehidupan duniawi. Namun, Islam memberikan peringatan tegas agar umat tidak dibutakan oleh dunia hingga berpaling dari-Nya.

"Ketika hiburan lebih dinanti daripada panggilan salat, ketika berita dunia lebih menarik daripada ayat-ayat Al-Qur'an, dan ketika kemenangan sebuah pertandingan lebih membangkitkan emosi daripada penderitaan kaum muslimin di belahan dunia lain, maka saat itulah seorang mukmin perlu bertanya kepada dirinya: Masihkah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadi pusat perhatian hidupku, atau dunia telah mengambil tempat itu?" tuturnya.

Di akhir tausyiahnya, Ustaz Suprayitno menegaskan bahwa Allah SWT telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, serta ajang saling berbangga harta dan keturunan.

"Oleh karena itu, hal yang lebih penting untuk ditanyakan adalah: 'Apakah perkara yang sedang memenuhi pikiranku ini akan mendekatkan diriku kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atau justru menjagankanku?' Pertanyaan inilah yang menjadi titik tolak untuk muhasabah dan evaluasi diri kita," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....