Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Ini Alasannya

  • 14 Jul 2026 09:36 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Wonosobo – Nama seorang bayi laki-laki di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi perbincangan warganet dan masyarakat karena terbilang tidak biasa. Pasangan suami istri asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, memberi nama putra ketiga mereka Muhammad MBG Subianto.

Bayi tersebut lahir secara normal dan dalam kondisi sehat di Puskesmas Sapuran pada Jumat (10/7/2026) malam. Ia lahir dengan berat badan 3,36 kilogram dan panjang 50 sentimeter. Kelahirannya juga lebih cepat dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang semula diprediksi pada 22 Juli 2026.

Sang ibu, Yuharni (41), mengatakan nama tersebut dipilih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus apresiasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.

Sejak 25 Agustus 2025, Yuharni bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai petugas pembersih ompreng atau wadah makanan. Menurut dia, program tersebut telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan membantu meningkatkan perekonomian keluarganya.

Sebelum bergabung di SPPG, Yuharni bekerja di sebuah pabrik kayu. Namun, ia mengaku lebih nyaman dengan pekerjaan saat ini karena lokasinya dekat dengan rumah.

"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto agar bisa menjadi kenangan seumur hidup. Nama 'Subianto' sendiri merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih saya kepada Pak Presiden Prabowo yang sudah sukses menjalankan program MBG ini," kata Yuharni saat ditemui di kediamannya, Senin (13/7/2026).

Yuharni mengungkapkan, nama putranya telah didiskusikan terlebih dahulu dengan sang suami, Ambon Yassin. Suaminya hanya meminta agar nama depan anak mereka tetap menggunakan "Muhammad". Selanjutnya, Yuharni menambahkan singkatan MBG sebagai nama tengah dan "Subianto" sebagai nama belakang.

Selain nama yang unik, Yuharni juga memiliki pengalaman yang tak kalah menarik selama kehamilan. Ia mengaku baru mengetahui dirinya hamil ketika usia kandungan memasuki tujuh bulan karena tidak merasakan gejala kehamilan seperti biasanya.

Meski demikian, ia tetap menjalankan aktivitas bekerja hingga menjelang persalinan.

Nama Muhammad MBG Subianto pun menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Menurut Yuharni, ada yang memberikan dukungan, tetapi tidak sedikit pula yang mengkritik pilihannya.

"Ada tanggapan yang baik dan ada yang buruk. Saya hanya fokus merespons yang baik saja," ujarnya.

Di lingkungan tempat tinggalnya, nama tersebut justru disambut antusias oleh anak-anak. Sepulang mengaji, mereka kerap mencari bayi itu sambil memanggil, "MBG mana, MBG mana."

Yuharni memperkirakan putranya kelak akan lebih sering dipanggil dengan nama "MBG". Sementara itu, rekan-rekannya di SPPG juga menyambut baik nama tersebut, bahkan sempat bercanda mengusulkan nama "Ompreng".

Saat ini, keluarga tengah mengurus akta kelahiran bayi yang telah berusia tiga hari itu. Acara syukuran atau aqiqah direncanakan digelar ketika usia sang bayi genap tujuh hari.

Yuharni yang kini masih menjalani cuti melahirkan berharap putranya dapat tumbuh sehat dan menjadi anak yang sukses di masa depan. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....