Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo Ditemukan Meninggal

  • 14 Jul 2026 10:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Wonosobo – Upaya pencarian terhadap dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Kabupaten Wonosobo, akhirnya membuahkan hasil setelah melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Unit K9 Polres Wonosobo. Kedua pendaki, Arifin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan lembah sekitar Curug Tiga, Minggu, 12 Juli 2026.

Kedua korban merupakan warga Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Mereka dilaporkan mendaki Gunung Bismo pada 30 Juni 2026 tanpa seizin orang tua. Saat berangkat, keduanya hanya membawa perbekalan sederhana berupa roti, tiga buah sosis, dan wafer.

Proses pencarian berlangsung selama hampir dua pekan dengan medan yang berat dan cuaca pegunungan yang kerap berubah. Operasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Wonosobo, Basarnas, TNI-Polri, relawan, komunitas pecinta alam, warga sekitar, hingga Unit K9 Polres Wonosobo yang diterjunkan untuk membantu pelacakan di kawasan hutan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro, mengatakan pencarian secara resmi sebenarnya telah ditutup pada Sabtu, 11 Juli 2026. Namun, tim dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri memutuskan melanjutkan penyisiran secara mandiri.

Pencarian korban pun dilanjutkan ke kawasan Curug Tiga. "Hasilnya, pada Minggu sekitar pukul 13.00 WIB, tim Wanadri menemukan kedua korban di kawasan lembah dekat Curug Tiga," ujar Sumekto, Senin, 13 Juli 2026.

Setelah penemuan tersebut, ratusan personel gabungan kembali dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari karena lokasi penemuan berada di dasar lembah dengan kedalaman sekitar 200 meter serta dikelilingi hutan yang masih sangat rapat.

"Medannya sangat sulit, lokasi penemuan berada di lembah dengan kedalaman kurang lebih 200 meter sehingga evakuasi membutuhkan waktu cukup lama. Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada malam hari," jelasnya.

Saat ditemukan, kondisi kedua korban telah mengalami pembusukan sehingga diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Posisi jasad keduanya juga ditemukan dalam jarak yang berjauhan.

"Dugaan sementara korban sudah meninggal cukup lama. Saat ditemukan, posisi keduanya tidak berada di satu titik," kata Sumekto.

Usai dievakuasi, jenazah kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk proses penanganan sebelum diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya.

"Terima kasih kepada seluruh relawan, warga, tim Wanadri, Basarnas, Unit K9 Polres Wonosobo, dan semua unsur yang telah bekerja keras selama proses pencarian. Sinergi seluruh pihak menjadi bukti kuatnya kepedulian dalam upaya kemanusiaan ini," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....