Ekonomi Lesu, UMKM Wajib Audit Bisnis agar Tetap Bertahan

  • 13 Jul 2026 17:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kondisi ekonomi saat ini memang memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, bertahan dan bahkan berkembang di situasi sulit seperti sekarang sebenarnya bukanlah hal yang mustahil bagi UMKM yang adaptif.

Sektor UMKM selalu memiliki celah dan fleksibilitas untuk tetap tangguh, asalkan para pelakunya tidak sekadar pasrah pada keadaan. Mempertahankan bisnis di masa-masa sulit memang membutuhkan upaya ekstra, mentalitas pantang menyerah, serta keberanian untuk mengevaluasi strategi secara menyeluruh.

Langkah awal yang paling krusial bagi UMKM saat menghadapi penurunan omzet bukan langsung jor-joran menyuntikkan modal baru, melainkan berani melakukan audit internal secara jujur. Pelaku usaha harus mampu mencari tahu di titik mana "penyakit" ketidakberhasilan bisnis mereka berada. Ada beberapa faktor utama yang wajib dibedah secara berkala:

Faktor Pegawai (Sumber Daya Manusia): Apakah produktivitas tim menurun? Atau mungkin keramahan serta kualitas pelayanan pegawai yang kurang optimal membuat konsumen enggan untuk kembali datang?

Khusus untuk UMKM di sektor kuliner, konsistensi rasa adalah harga mati. Kadang, demi menekan biaya produksi di tengah inflasi, kualitas bahan baku dikorbankan. Hal ini sering kali menjadi bumerang yang mengusir pelanggan setia.

Strategi penjualan yang kurang optimal juga bisa menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Apakah pemasaran masih menggunakan pola lama yang konvensional? Di era digital yang bergerak cepat, strategi penjualan yang tidak adaptif dan kurang kreatif akan membuat bisnis tenggelam di antara kompetitor.

Wulan, pemilik (owner) Wipifood saat berbincang melalui telpon seluler dalam program Beranda Astacita , Senin 13 Juli 2016 mengatakan bagi pelaku UMKM pemula yang baru merintis usaha, tantangan terbesar biasanya terletak pada masalah visibilitas atau bagaimana cara agar produk mereka dikenal oleh publik.

Di sinilah pentingnya menerapkan strategi jemput bola, salah satunya dengan aktif berpartisipasi dalam event atau bazar yang digelar oleh dinas-dinas terkait, seperti Dinas Koperasi & UMKM maupun Dinas Perdagangan. Keterlibatan dalam bazar pemerintahan sering kali membuka peluang pasar yang sangat luas karena segmentasi pengunjung yang masif.

Namun, jika fasilitas bazar gratis dari pemerintah sedang tidak tersedia, pelaku UMKM pemula disarankan untuk tidak ragu mengikuti bazar berbayar yang dikelola oleh pihak swasta atau komunitas.

"Sebagai pebisnis, kita tidak boleh pelit atau terlalu perhitungan untuk mengeluarkan modal dalam rangka pengenalan produk (brand awareness). Biaya keikutsertaan bazar harus dipandang sebagai investasi jangka panjang agar produk kita bisa dikenal luas oleh masyarakat, bukan sekadar sebagai pengeluaran biaya yang sia-sia. Dari pengenalan inilah, basis pelanggan baru akan terbentuk"ucapnya.

Menurut Wulan, pentingnya evaluasi mendalam dan keberanian mengambil langkah taktis. Ia membagikan pandangan dan pengalamannya mengenai bagaimana UMKM harus bersikap di tengah situasi ekonomi saat ini.

"Bertahan di kondisi sekarang itu butuh kedisiplinan buat ngeliat ke dalam bisnis kita sendiri. Kita nggak bisa cuma menyalahkan keadaan atau pasar yang lagi sepi. Coba cek lagi secara detail, jangan-jangan rasa produk kita berubah, pegawainya kurang responsif, atau kitanya yang kurang optimal dalam menyusun strategi penjualan. Kalau kita tahu 'penyakitnya' ada di mana, obatnya pasti ketemu. Yang penting, jangan gampang menyerah dan harus terus cari jalan keluar," ucap Wulan.

Tantangan ekonomi saat ini bukanlah titik akhir bagi sektor UMKM. Melalui kombinasi antara semangat pantang menyerah, kejelian melihat kelemahan internal, serta keberanian melakukan investasi pemasaran melalui bazar, roda bisnis akan tetap bisa berputar kencang. Menemukan akar masalah dan berani memperluas jaringan pasar adalah formula utama untuk membawa UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....