GP Ansor Sragen Desak Pengesahan Perbup Pesantren, Bupati Dorong Mandiri Ekonomi

  • 13 Jul 2026 13:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN - Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sragen masa khidmat 2025–2029 resmi dilantik. Di bawah kepemimpinan ketua baru, Robby Isnan Abdillah, badan otonom pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pro-pesantren di Bumi Sukowati.

Dalam pidato perdananya, Robby Isnan Abdillah menyatakan bahwa GP Ansor harus menjadi motor penggerak dan pelopor di tengah masyarakat. Salah satu fokus utama kepengurusannya adalah melanjutkan pengawalan regulasi pesantren yang telah diperjuangkan sejak periode sebelumnya.

Ansor Sragen mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen untuk segera mengesahkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait fasilitasi pesantren dan madrasah.

"Sejak tahun 2021 hingga 2026, kami konsisten mengawal isu pondok pesantren. Kami mohon doa restunya untuk terus memperjuangkan visi ini. Semoga setelah pelantikan ini, Perbup Pesantren bisa segera disahkan oleh Pemkab Sragen. Ini adalah wujud nyata komitmen GP Ansor," ujar Robby di hadapan kader dan tamu undangan, Minggu 12 Juli.

Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Bupati menyambut baik visi Ansor dan menantang organisasi kepemudaan ini untuk membangun kemandirian ekonomi.

Bupati Sigit menjelaskan, Pemkab Sragen saat ini sedang berfokus pada program transformasi masyarakat, salah satunya melalui program unggulan 'Masjid Berdaya'. Program ini mendorong tempat ibadah memiliki amal usaha mandiri guna menghidupi lingkungan sekitarnya.

Konsep kemandirian ekonomi inilah yang diharapkan dapat diadopsi dan diimplementasikan oleh GP Ansor Sragen melalui pengembangan unit bisnis.

"GP Ansor harus punya kemandirian ekonomi dan memiliki amal usaha sendiri. Banyak sekali peluang dan akses yang bisa dimanfaatkan untuk membangun kemandirian tersebut," kata Bupati Sigit.

Lebih lanjut, Bupati menyarankan agar GP Ansor tidak ragu membangun sinergi lintas sektoral, termasuk berkolaborasi dengan berbagai tokoh lokal untuk menangkap peluang ekonomi yang ada.

"Kemandirian ekonomi ini bisa disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama tokoh-tokoh lokal. Banyak potensi yang bisa dikolaborasikan demi kemakmuran bersama," ucap Bupati. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....