Kemenag Sambas Paparkan Delapan Program Prioritas di RRI

  • 13 Jul 2026 11:50 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Sambas - RRI Pro 1 Sambas menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kaharudin, dalam program dialog interaktif Sambas Menyapa, pada Senin, 13 Juli 2026 pagi. Melalui dialog yang disiarkan langsung dari Studio RRI Sambas di frekuensi 97,7 FM dan kanal YouTube RRI, Kaharudin menyampaikan materi bertajuk "Asta Protas", yang merupakan akronim dari Delapan Program Prioritas Kementerian Agama RI untuk periode 2025–2029.

‎Mengusung jargon utama "Kemenag Berdampak", program strategis ini diturunkan langsung dari visi besar Kemenag RI untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas bersama Indonesia Maju menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

‎Rangkaian program tersebut menjadi panduan operasional bagi jajaran Kemenag di tingkat daerah, termasuk Kabupaten Sambas, dalam mengeksekusi tiga misi utama birokrasi, yaitu peningkatan kualitas kehidupan beragama, mutu pendidikan keagamaan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.

‎Di hadapan para pendengar setia RRI, Kaharudin merincikan satu per satu delapan pilar utama Asta Protas yang menjadi fokus kerja kedinasan. Pilar pertama adalah meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai modal utama pembangunan bangsa yang majemuk.

‎"Langkah ini disusul dengan penguatan ekoteologi melalui pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon wakaf dan gerakan berbasis kesadaran alam. Pilar ketiga adalah mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak langsung pada kesalehan sosial serta individual masyarakat," katanya.

‎Selanjutnya, pilar keempat berfokus pada perwujudan pendidikan yang unggul, ramah anak, inklusif, dan terintegrasi yang didukung oleh pemanfaatan ekosistem digital. Pemberdayaan pesantren menjadi pilar kelima guna mendorong kemandirian dan rekognisi lulusan lembaga keagamaan tradisional tersebut.

‎"Tak kalah penting, pilar keenam dan ketujuh menggarisbawahi pemberdayaan ekonomi umat berbasis optimalisasi dana sosial seperti zakat dan wakaf, sekaligus restrukturisasi peran rumah ibadah agar berfungsi sebagai pusat peradaban ekonomi," sebutnya.

‎Terakhir, pilar kedelapan difokuskan pada digitalisasi tata kelola melalui penguatan sistem satu data Kemenag demi menghadirkan pelayanan publik yang murah, mudah, efisien, dan transparan bagi seluruh pemangku kepentingan.

‎Menutup pemaparannya, Kaharudin menegaskan komitmen tinggi dari seluruh jajaran ASN di Bumi Sambas untuk menerjemahkan kedelapan poin prioritas tersebut ke dalam aksi nyata di lapangan. Kemenag Sambas dipastikan tidak akan berjalan sendiri, melainkan terus merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, serta instansi lintas sektor agar gaung Asta Protas dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di beranda negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....