Elisa Kambu, Ajak Pemuda GKI Jadi Penggerak Papua Damai

  • 13 Jul 2026 12:55 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Aimas – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengajak generasi muda Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menjadi penggerak perubahan dalam membangun Papua yang damai, maju, dan sejahtera.

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Ibadah dan Resepsi Pembukaan Temu Raya Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI ke-V se-Tanah Papua di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Minggu 12 Juli 2026.

Kegiatan yang diikuti peserta dari 12 wilayah pelayanan dan 70 klasis GKI se-Tanah Papua itu menjadi wadah pertemuan pemuda gereja untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta merumuskan gagasan bagi masa depan Papua.

Dalam sambutannya, Elisa Kambu menyampaikan apresiasi kepada Sinode GKI di Tanah Papua yang telah mempercayakan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Raya PAM ke-V.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gereja Kristen Injili di Tanah Papua yang telah menetapkan Klasis Malamoi sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Raya ini," ujarnya.

Menurut Elisa, penyelenggaraan Temu Raya berlangsung pada momentum yang tepat, di tengah berbagai tantangan global maupun nasional yang dihadapi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengandalkan Tuhan dalam menghadapi setiap persoalan.

"Kita percaya ketika datang kepada Tuhan, merendahkan diri, dan menyerahkan hidup kepada-Nya, maka Tuhan akan hadir dengan kekuatan-Nya sendiri. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," katanya.

Elisa juga menaruh harapan besar kepada generasi muda GKI sebagai pewaris masa depan Papua. Ia berharap forum tersebut melahirkan berbagai gagasan yang mampu mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.

"Anak-anak muda adalah pemilik masa depan negeri ini. Saya berharap Temu Raya ini melahirkan gagasan-gagasan besar untuk membangun Papua yang maju, sejahtera, damai, dan tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang," ucapnya.

Gubernur mengingatkan bahwa tantangan pembangunan saat ini membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda di berbagai sektor, bukan sekadar menyampaikan aspirasi melalui aksi di jalan.

"Tantangan kita hari ini bukan lagi berteriak dari luar. Kita harus masuk ke dalam sistem, mengambil peran, lalu bersama-sama mengendalikan dan membawa perubahan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sorong Johny Kamuru mengapresiasi Sinode GKI di Tanah Papua yang telah mempercayakan Kabupaten Sorong sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Ia berharap Temu Raya PAM menjadi momentum mempererat persaudaraan pemuda GKI sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh masyarakat Papua.

"Kami berharap Temu Raya ini menjadi momentum bagi pemuda GKI untuk memperkokoh persaudaraan, membangun persekutuan, serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah," kata Johny.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan alam Papua yang melimpah agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

"Papua memiliki hutan, laut, dan sumber daya alam yang sangat kaya. Tetapi semuanya terbatas. Karena itu kita membutuhkan hikmat dari Tuhan agar alam, Injil, dan budaya Papua tetap terjaga untuk kemuliaan nama Tuhan," pesannya.

Temu Raya PAM GKI ke-V se-Tanah Papua dijadwalkan berlangsung 12 Juli hingga 15 Juli 2026 dengan agenda ibadah, diskusi, pembinaan kepemudaan, serta berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat peran pemuda gereja dalam pembangunan Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....