Polresta Bengkulu Imbau Warga Tidak Sebarkan Video Lama yang Picu Keresahan

  • 13 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Beredarnya kembali sebuah video di media sosial yang dikaitkan dengan kondisi keamanan di Kota Bengkulu mendapat perhatian dari Polresta Bengkulu. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan, video tersebut merupakan rekaman lama yang peristiwanya telah ditangani oleh pihak kepolisian pada saat kejadian. Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi yang beredar di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Polresta Bengkulu menjelaskan, berbagai langkah kepolisian telah dilakukan terkait peristiwa yang terekam dalam video tersebut. Mulai dari penanganan laporan, penyelidikan, pemetaan wilayah yang dianggap rawan, hingga peningkatan patroli sebagai langkah pencegahan. Upaya-upaya tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan wilayah, Polresta Bengkulu bersama seluruh jajaran juga menggelar patroli skala besar, dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu hingga Minggu, 11–12 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.

Patroli melibatkan satuan fungsi di Polresta Bengkulu serta seluruh Polsek jajaran dengan fokus pada pencegahan aksi geng motor, balap liar, kejahatan jalanan, dan berbagai tindak pidana lainnya. Dari hasil kegiatan yang dilakukan selama dua hari tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas geng motor di wilayah hukum Polresta Bengkulu.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat menegaskan pentingnya masyarakat melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya. Menurutnya, penyebaran kembali video lama tanpa disertai konteks yang benar berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

"Kami berharap masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala kemunginan terkait ganguan keamanan. Namun kami meminta agar selalu selektif dan memeriksa dengan cermat informasi yang beredar," ujarnya, Senin 13 Juli 2026.

Ia menilai informasi yang tidak akurat dapat memicu keresahan dan menciptakan sensasi yang tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam menggunakan media sosial dan mengedepankan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Polresta Bengkulu juga memastikan bahwa kegiatan patroli dan pengawasan akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....