Literasi Tak Hanya Soal Nilai Sekolah
- 12 Jul 2026 19:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Membaca dan menulis pada anak masih kerap dipandang sebatas bagian dari kegiatan belajar di sekolah. Padahal, literasi dapat dibangun melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Co-founder sekaligus pengajar Klub Literasi Anak, Nabila Budayana, mengatakan masih banyak masyarakat yang memaknai membaca dan menulis hanya sebagai tugas akademik. Akibatnya, anak kurang memperoleh pengalaman literasi yang dekat dengan minat dan kesehariannya.
| Baca juga: Jangan Sekadar Membaca, Jangan Sampai Dibaca |
"Dalam praktiknya, membaca dan menulis tidak harus selalu berkaitan dengan pelajaran di sekolah. Anak bisa membaca buku yang mereka sukai, menulis buku harian, membuat cerita pendek, atau menuliskan pengalaman sehari-hari. Dari situ mereka belajar mengamati, menganalisis, dan memahami berbagai peristiwa di sekitarnya," kata Nabila dalam Dialog Aspirasi Pro 1 RRI Surabaya, Sabtu 11 Juli 2026.
.
Menurutnya, kebiasaan tersebut membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami lingkungan sosial, sekaligus mengekspresikan gagasan secara lebih baik. Nabila menilai rendahnya minat baca dan tulis bukan semata-mata karena anak tidak menyukai literasi, melainkan dipengaruhi keterbatasan akses dan pendampingan. Peran orang tua, sekolah, hingga lingkungan sekitar masih perlu diperkuat agar budaya literasi tumbuh secara berkelanjutan.
Pandangan tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam Statistik Pendidikan 2024, BPS mencatat hanya sekitar 17,21 persen anak usia dini yang dibacakan buku cerita atau dongeng oleh orang tua atau wali. Sementara itu, anak yang belajar atau membaca buku bersama orang tua baru mencapai sekitar 11,12 persen. Kondisi ini menunjukkan pembiasaan literasi di lingkungan keluarga masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
"Di kota-kota seperti Surabaya sebenarnya sudah tersedia taman bacaan, perpustakaan, maupun berbagai kegiatan literasi. Namun, jika tidak didukung pembiasaan di rumah dan kolaborasi semua pihak, membaca dan menulis akan tetap dipandang sebagai aktivitas yang hanya dilakukan di dalam kelas," ujarnya.
Karena itu, Nabila mengajak orang tua untuk menjadi teladan dengan membiasakan membaca dan menulis bersama anak sejak dini. Kebiasaan sederhana, seperti membaca buku favorit atau mengajak anak menuliskan pengalaman sehari-hari, diyakini mampu menumbuhkan kecintaan terhadap literasi hingga dewasa.
"Mulailah dari hal yang disukai anak. Ketika mereka merasa membaca dan menulis itu menyenangkan, kebiasaan tersebut akan tumbuh dengan sendirinya dan menjadi bekal yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....