Paper Mills Jadi Ancaman Integritas Publikasi Ilmiah
- 14 Jul 2026 08:10 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Fenomena paper mills atau pabrik artikel menjadi salah satu tantangan yang perlu diwaspadai pengelola jurnal ilmiah dalam menjaga kualitas publikasi. Praktik tersebut dinilai dapat merusak integritas akademik dan mengancam reputasi jurnal di tingkat internasional.
Isu tersebut disampaikan dalam Konferensi Pengelola Jurnal BKS PTN Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Lampung. Forum ini menghadirkan Vice President of Academic Partners Asia Taylor & Francis, Katie Peace, yang membahas berbagai tantangan publikasi ilmiah global.
Katie Peace menjelaskan paper mills memproduksi artikel dengan cara yang tidak memenuhi kaidah ilmiah, termasuk manipulasi data, duplikasi gambar, hingga penggunaan sitasi palsu. Kondisi tersebut membuat penerbit internasional semakin memperketat proses seleksi terhadap artikel yang akan dipublikasikan.
"Paper mills menjadi perhatian serius penerbit dunia karena dapat mencederai integritas riset. Pengelola jurnal perlu memperkuat proses peer review agar jurnal terhindar dari sanksi maupun penarikan artikel," ujar Katie Peace, Minggu 12 Juli 2026.
Ia mengatakan penerbit internasional kini memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk mendeteksi berbagai indikasi pelanggaran dalam naskah ilmiah. Pemeriksaan dilakukan terhadap kejanggalan data, kemiripan gambar, hingga pola sitasi yang dinilai tidak wajar.
Menurut Katie, penguatan proses peer review menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas artikel sejak tahap awal penilaian. Peran editor dan mitra bestari dinilai sangat menentukan dalam memastikan setiap artikel memenuhi standar ilmiah sebelum diterbitkan.
Melalui penguatan tata kelola jurnal, pengelola publikasi di lingkungan BKS PTN Barat diharapkan mampu menjaga integritas akademik sekaligus meningkatkan kepercayaan lembaga pengindeks internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat reputasi jurnal nasional di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....