MPLS Surabaya Libatkan BNN hingga Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa Baru

  • 12 Jul 2026 00:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 13 Juli mendatang berlangsung ramah anak. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga diisi pendidikan karakter, literasi digital, edukasi antinarkoba, hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan seluruh sekolah negeri maupun swasta telah menerima sosialisasi pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan Permendikdasmen. Karena itu, seluruh kegiatan dipastikan bebas dari praktik perpeloncoan.

"MPLS harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan, bukan seperti praktik perploncoan di masa lalu. Tidak ada lagi kegiatan yang membebani siswa. Kami ingin anak-anak mengenal sekolah sebagai rumah kedua yang harus mereka pahami dan cintai," kata Febri, Sabtu, 11 Juli 2026.

Selama sepekan, peserta didik baru akan dikenalkan dengan budaya sekolah, metode pembelajaran, tenaga pendidik, program unggulan, hingga berbagai fasilitas. Pengenalan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab menjaga lingkungan sekolah.

Tahun ini, Dispendik juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dan kepolisian siber untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, keamanan bermedia digital, serta berbagai ancaman di ruang siber.

"Materi tersebut penting mengingat anak-anak saat ini tumbuh di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, sekolah juga akan membekali siswa dengan pengetahuan mengenai cara mengenali konten berbahaya, ajakan negatif di media sosial, hingga modus penipuan digital," katanya.

Menurut Febri, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga peran keluarga. Karena itu, orang tua akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang intensif dengan anak.

"Ketika anak sudah berada di rumah, orang tua perlu mengajak mereka berinteraksi, berdialog, dan mendengarkan cerita mereka. Hal sederhana seperti menanyakan kegiatan di sekolah dapat membuat anak merasa diperhatikan," ujarnya.

Ia juga mengimbau orang tua aktif mendampingi penggunaan telepon genggam dan media sosial anak. Selain membatasi penggunaan gawai, orang tua diharapkan lebih banyak menghadirkan interaksi dan waktu berkualitas bersama keluarga.

Dispendik juga mendorong komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua untuk mendeteksi lebih dini perubahan perilaku anak. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang.

"Komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi kunci. Jika ada perubahan perilaku, informasi dari rumah dan sekolah bisa dicocokkan sehingga penyebabnya dapat diketahui lebih awal. Bila diperlukan, sekolah juga akan menghadirkan psikolog atau pendamping profesional," ujarnya.

Selain pendidikan karakter dan literasi digital, MPLS tahun ini juga akan diisi dengan Program Cek Kesehatan Gratis hasil kolaborasi Dispendik bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya. "Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan peserta didik baru memulai tahun ajaran dalam kondisi sehat sekaligus mendukung pembentukan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....