DP2KBP3A Buol Intensifkan Posyandu untuk Cegah Stunting
- 13 Jul 2026 19:33 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Buol terus mengintensifkan berbagai program percepatan penurunan angka stunting. Salah satu strategi yang diperkuat yakni meningkatkan kunjungan ibu hamil dan balita ke posyandu di setiap desa dan kelurahan guna memperkuat pelayanan kesehatan dasar.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Buol, Moh. Risal, mengatakan percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, hingga masyarakat.
"Keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu kami terus mendorong seluruh stakeholder untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam meningkatkan kunjungan ibu hamil dan balita ke posyandu," ujar Moh. Risal.
Ia menjelaskan, posyandu menjadi garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang balita. Melalui layanan tersebut, petugas kesehatan dapat melakukan pemantauan status gizi, pemeriksaan kesehatan, pemberian imunisasi, hingga edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan posyandu akan memudahkan pemerintah melakukan deteksi dini terhadap risiko stunting. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang anak tumbuh sehat dan berkembang secara optimal semakin besar.
"Kami berharap masyarakat, khususnya ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita, dapat memanfaatkan layanan posyandu secara rutin. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan menciptakan generasi yang sehat serta berkualitas," tambahnya.
DP2KBP3A Kabupaten Buol menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar program percepatan penurunan stunting berjalan efektif. Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan target penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Buol dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....