BBKSDA Riau Tangani Serangan Harimau Sumatra yang Tewaskan Anak di Pelalawan
- 10 Jul 2026 13:38 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim ke lapangan untuk menangani insiden serangan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia di Kabupaten Pelalawan.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa 7 Juli 2026 lalu. Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA Riau langsung mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi kejadian.
"Tim berkoordinasi untuk menyusun rencana observasi lapangan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara," kata Supartono, Jumat 10 Juli 2026.
Berdasarkan hasil pengumpulan informasi di lapangan, peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Korban diketahui bernama Jerlin Zalukhu (12), anak ketiga dari lima bersaudara yang tinggal bersama kedua orang tuanya di camp pekerja perusahaan.
Saat kejadian, korban sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp. Korban berada di luar kamar mandi, sementara pagar pelindung bagian belakang camp dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan. Beberapa saat kemudian, korban ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka pada bagian leher kiri dan kanan.
Lokasi kejadian berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.
“Tim menemukan jejak satwa dengan ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, serta jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 sentimeter. Selain itu, petugas juga memasang kamera jebak (camera trap) untuk memantau aktivitas satwa di sekitar lokasi,” ujarnya.
Hingga pukul 18.00 WIB, tim masih menerima laporan kemunculan Harimau Sumatra di sekitar lokasi kejadian. Bersama tim gabungan, BBKSDA Riau kemudian melakukan patroli malam menggunakan drone thermal guna memantau pergerakan satwa, memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja, serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
"Hasil pemantauan drone thermal menunjukkan Harimau Sumatra masih berada di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan analisis tim lapangan, keberadaan harimau diduga dipicu oleh adanya satwa mangsa yang dipelihara di dalam camp pekerja," ungkap Supartono.
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatra agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp berfungsi dengan baik, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi.
BBKSDA Riau menegaskan akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama para pihak terkait dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia sekaligus pelestarian Harimau Sumatra sebagai satwa yang dilindungi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....