Panen Sayur, Lapas Tolitoli Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- 13 Jul 2026 19:37 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas. Pada Jumat, 10 Juli 2026, Lapas Kelas IIB Tolitoli melaksanakan panen sayuran hasil program pembinaan kemandirian warga binaan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Dalam kegiatan tersebut, petugas bersama warga binaan berhasil memanen sebanyak 5 kilogram bayam dan 25 kilogram kangkung. Hasil panen tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen.
Program pertanian yang dijalankan Lapas Kelas IIB Tolitoli tidak hanya berorientasi pada produksi komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang pertanian. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibina agar memiliki etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa produktif sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli Mansur Yunus Gafur mengatakan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung kebijakan pemerintah. "Program ketahanan pangan bukan hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan produktif. Melalui kegiatan ini kami mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Harapan kami, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Frengki menjelaskan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil kerja sama antara petugas dan warga binaan dalam mengelola lahan secara optimal. "Kami terus mendorong warga binaan untuk aktif mengikuti program pembinaan kemandirian. Meskipun lahan yang dimanfaatkan tidak terlalu luas, dengan pengelolaan yang baik kami mampu menghasilkan panen secara berkelanjutan. Ke depan kami akan terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan pembinaan di Lapas Kelas IIB Tolitoli," katanya.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti program Asimilasi SAE mengaku memperoleh banyak pengalaman selama terlibat dalam kegiatan pertanian. "Saya merasa bangga bisa ikut menanam hingga memanen hasilnya. Selain mendapatkan pengalaman baru, saya juga belajar bekerja dengan disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai proses. Semoga keterampilan ini menjadi bekal bagi saya untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti," ungkapnya.
Program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIB Tolitoli merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada bidang kemandirian pangan melalui pertanian, perikanan, dan peternakan di lapas dan rutan. Program ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, memberdayakan sumber daya manusia, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara. Melalui pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Tolitoli berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri serta berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....